Kunjungan ke Korsel dan Jepang, RI Kantongi Investasi Rp574 Triliun

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto (kiri). Foto: Dok Youtube

Kunjungan ke Korsel dan Jepang, RI Kantongi Investasi Rp574 Triliun

Insi Nantika Jelita • 2 April 2026 16:32

Jakarta: Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengatakan, kunjungan Presiden Prabowo Subianto ke Jepang dan Korea Selatan membuahkan komitmen investasi besar hingga mencapai Rp574 triliun.

Dari Korea Selatan, Indonesia menandatangani 10 nota kesepahaman (Memorandum of Understanding/MoU) dengan nilai mencapai Rp173 triliun. Kesepakatan tersebut tercapai dalam forum Indonesia-Korea Partnership for Resilient Growth, yang turut dihadiri Menteri Perdagangan Korea, Yo Han Ko.

"Dalam pertemuan tersebut ditandatangani 10 memorandum of understanding nilainya USD10,2 miliar atau Rp173 triliun," kata Airlangga dalam keterangan pers secara daring, Kamis, 2 April 2026.

Kerja sama tersebut mencakup berbagai sektor strategis, mulai dari energi dan transisi hijau seperti solar power, carbon capture and storage, hingga energi terbarukan. Selain itu, mencakup pula sektor industri dan manufaktur seperti baja, baterai, serta transportasi ramah lingkungan. Investasi juga merambah sektor digital dan kecerdasan buatan (AI), properti dan infrastruktur termasuk pengembangan di Bumi Serpong Damai.

Serta, kerja sama bisnis antara Kadin dan Korea Chamber of Commerce and Industry (KCCI) untuk memperkuat rantai pasok baterai dan investasi teknologi.

"Antara lain berbicara mengenai investasi dari Pohang Iron and Steel Company atau dikenal Posco yang akan dilanjutkan," kata Airlangga.

Ia juga mengungkapkan adanya tawaran investasi dari Lotte yang mengundang Danantara untuk turut menjadi investor.

Sementara itu, dalam kunjungan ke Jepang, kedua negara menyepakati sembilan MoU dengan total investasi sebesar Rp401 triliun. Kerja sama ini mencakup sektor energi dan transisi energi, minyak dan gas (migas) terutama proyek Masela, industri dan hilirisasi, keuangan dan inklusi finansial, serta investasi kelembagaan melalui Japan External Trade Organization (Jetro) dan Kadin, termasuk sektor industri kreatif dan manufaktur.

"Kunjungan bapak Presiden di kedua negara ini menghasilkan komitmen investasi sebesar Rp574 triliun," jelas Airlangga.



(Ilustrasi. Foto: Dok Metrotvnews.com)

Indonesia menarik di mata investor luar negeri

Menurutnya, capaian tersebut sangat signifikan di tengah ketidakpastian geopolitik global. Indonesia dinilai tetap menjadi tujuan menarik bagi investor Jepang dan Korea Selatan, yang masing-masing menempati peringkat ketiga dan ketujuh dalam investasi dan perdagangan dengan Indonesia. Ke depan, kedua negara juga berharap Indonesia dapat berperan sebagai co-investor melalui sovereign wealth fund yang dimiliki.

Selain itu, Airlangga juga menjelaskan Prabowo membahas kelanjutan proyek jet tempur KF-21/IFX bersama Presiden Republik Korea Lee Jae Myung. Katanya, Prabowo akan segera mengirim tim teknis dan engineering untuk mempercepat penyelesaian proyek yang telah dibahas sejak era Presiden Susilo Bambang Yudhoyono dan dilanjutkan pada masa Presiden Joko Widodo.

Selain itu, isu sertifikasi halal untuk industri makanan dan minuman juga telah mencapai kemajuan, dengan lima lembaga di Korea yang telah menandatangani Mutual Recognition Agreement (MRA) dengan BPJPH Indonesia.

Isu lain yang dibahas adalah perlindungan hak kekayaan intelektual (intellectual property rights/IPR). Pemerintah Indonesia memastikan pemberian perlakuan setara (level playing field) bagi Korea, sebagaimana yang diberikan kepada negara lain.

Selanjutnya, kedua negara juga tengah membahas perluasan kerja sama sektor energi, yakni penyediaan liquefied natural gas (LNG) dan batu bara. Airlangga mengatakan sekitar 70 persen kebutuhan energi Negeri Ginseng masih bergantung pada kawasan Timur Tengah. Di tengah ketegangan di kawasan tersebut, Korsel melihat adanya peluang alternatif pasokan energi dari Indonesia.

Potensi kerja sama tersebut terutama mencakup penyediaan liquefied natural gas (LNG) dan batu bara. Namun demikian, Airlangga menyebut hal ini menjadi perhatian tersendiri bagi Indonesia, mengingat permintaan domestik terhadap LNG juga terus meningkat.

"Jadi, hal itu yang akan kita bahas ke depannya," ucapnya.

Danantara tarik minat investor

Dalam kesempatan sama, Chief Executive Officer (CEO) Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (Danantara Indonesia), Rosan Roeslani menambahkan, pertemuan di Jepang dihadiri sekitar 300 pengusaha besar. Selain itu, dilakukan pula pertemuan terbatas dengan 12 pengusaha Jepang dan 11 pengusaha Korea Selatan.

"Kalau kita lihat juga investasinya juga meningkat secara average itu Korea setiap tahunnya sekitar 14 persen, Jepang juga sekitar 8-9 persen setiap tahunnya," kata Rosan.

Menurutnya, kehadiran Danantara turut meningkatkan kepercayaan investor untuk melakukan investasi bersama, termasuk rencana kerja sama dengan Lotte Chemical dan Posco dengan nilai mencapai sekitar USD6 miliar.

Rosan menegaskan, respons positif dunia usaha terlihat dari meningkatnya minat ekspansi ke fase kedua investasi oleh sejumlah perusahaan, seperti KCC Glass dan Posco. Hal ini menunjukkan stabilitas dan tingkat pengembalian investasi di Indonesia dinilai baik oleh investor.

Meski demikian, terdapat sejumlah kendala yang disampaikan investor, terutama terkait proses perizinan lintas kementerian yang masih memerlukan waktu. Pemerintah berupaya mengatasi hal tersebut melalui pembentukan task force atau satuan tugas (satgas) debottlenecking, serta penguatan koordinasi antar kementerian, termasuk melalui kebijakan perizinan terbaru yang memberikan kepastian waktu layanan.

"Presiden juga menyampaikan Indonesia terbuka selama investasi-investasi yang datang ini memberikan asas manfaat baik kepada Indonesia dan juga kepada investasi yang masuk ke depannya," tegas Rosan.

Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow  akun
Google News Metrotvnews.com
(Eko Nordiansyah)