Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa (DK PBB) terpecah dalam menyikapi konflik di Timur Tengah. Foto: UNTV
DK PBB Terpecah Terkait Agresi Militer AS-Israel Terhadap Iran
Muhammad Reyhansyah • 3 April 2026 16:10
New York: Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa (DK PBB) terpecah dalam menyikapi konflik yang sedang berlangsung di Timur Tengah, dengan Rusia dan Tiongkok menyerukan penghentian segera serangan Amerika Serikat (AS) dan Israel terhadap Iran.
Sementara itu, Washington menegaskan kembali dukungannya kepada negara-negara Dewan Kerja Sama Teluk (GCC).
“Konflik saat ini tidak terjadi begitu saja,” ujar Nebenzia, seraya menambahkan bahwa konflik tersebut merupakan “hasil langsung dari tindakan agresi tanpa provokasi oleh AS dan Israel terhadap wilayah kedaulatan Republik Islam Iran.”
Nebenzia mendorong penyelesaian politik dan memperingatkan: “Sudah waktunya untuk berhenti dan mengakhiri permainan berbahaya bermain api ini, api yang berisiko berubah menjadi konflik berskala penuh dan bukan hanya kebakaran regional.”
Utusan Tiongkok untuk PBB Fu Cong menyampaikan kekhawatiran serupa dengan menyatakan bahwa “asal mula perang ini terletak pada penggunaan kekuatan oleh AS dan Israel terhadap Iran, yang jelas melanggar tujuan dan prinsip Piagam PBB serta norma dasar yang mengatur hubungan internasional.”
Fu juga menambahkan bahwa Beijing tidak mendukung serangan Iran terhadap negara-negara Arab, dengan menyatakan bahwa Tiongkok “tidak sejalan dengan serangan Iran terhadap negara-negara GCC dan mengutuk semua serangan tanpa pandang bulu terhadap warga sipil dan target non-militer.”
Ia juga memperingatkan agar Dewan tidak memberikan otorisasi penggunaan kekuatan militer karena langkah tersebut “akan sama saja dengan melegitimasi penggunaan kekuatan yang melanggar hukum dan tanpa pandang bulu, yang pada akhirnya akan menyebabkan eskalasi lebih lanjut.”
Sementara itu, utusan Amerika Serikat Mike Waltz menanggapi pernyataan tersebut dengan membela peran Washington dan mengkritik Teheran.
“Tidak ada negara, terlebih lagi rezim Iran yang melakukan genosida terhadap rakyatnya sendiri dan telah menghabiskan puluhan tahun menyebarkan ketidakstabilan dan kekerasan di seluruh dunia, tidak ada negara yang boleh menyandera ekonomi dunia untuk mendapatkan keuntungan dalam sebuah sengketa,” ujar Waltz.
Ia juga menyerukan dukungan nyata bagi negara-negara Teluk, dengan menambahkan bahwa mitra Washington “dapat mengandalkan Amerika Serikat untuk berjalan bersama Anda demi masa depan yang lebih baik, baik di Dewan ini maupun di kawasan.”
Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow akun Google News Metrotvnews.com