Dubes Iran untuk Indonesia Mohammad Boroujerdi. Metrotvnews.com/ Triawati
Dubes Iran Boroujerdi: 3 TNI yang Gugur di Lebanon Capai Tingkat Syahid
Triawati Prihatsari • 1 April 2026 15:47
Solo: Duta Besar Republik Islam Iran untuk Indonesia, Mohammad Boroujerdi, mengecam keras insiden gugurnya tiga prajurit Tentara Nasional Indonesia (TNI) di Lebanon. Ia menilai serangan terhadap pasukan perdamaian tidak mematuhi hukum internasional dan menyebut rezim Zionis Israel sebagai pihak yang bertanggung jawab.
Boroujerdi menyampaikan pernyataan tersebut usai
“Rezim Zionis Israel merupakan sebuah rezim pembunuh yang melakukan langkah-langkah keji. Mereka tidak patuh terhadap peraturan dunia. Bahkan, mereka menjadikan sasaran pihak atau tentara yang telah dipersiapkan untuk menjaga perdamaian. Ini merupakan sebuah hal yang tentu harus dikutuk,” ujar Boroujerdi usai menghadiri acara di kediapan Presiden ke-7 Joko Widodo di Solo, Rabu, 1 April 2026.
Ia mengungkapkan keprihatinan mendalam atas meninggalnya tiga prajurit Indonesia. Dalam pernyataannya, Boroujerdi menyebut ketiga prajurit tersebut telah mencapai tingkat syahid.
“Kami beberapa hari yang lalu melalui saluran resmi media sosial Kedutaan Besar Republik Islam Iran telah mengutuk keras pembunuhan yang terjadi. Peristiwa ini menyebabkan anggota TNI mencapai tingkat kesyahidan,” imbuhnya.
Saat dimintai tanggapan terkait bantahan Israel yang menyangkal menjadi penyebab gugurnya ketiga prajurit TNI, Boroujerdi menegaskan bahwa Israel merupakan pihak yang melakukan penyerangan.
“Tentu bagi pihak yang terlibat dalam peperangan seharusnya mereka patuh terhadap peraturan internasional. Pusat-pusat, badan-badan, para pihak yang bertugas untuk menjaga perdamaian seharusnya dikecualikan terhadap serangan. Tetapi rezim Zionis Israel yang pendiriannya merupakan hal ilegal, tentu tidak patuh terhadap peraturan, etika, dan norma-norma. Iran merupakan negara yang bersahabat dengan Lebanon. Yang melakukan penyerangan tentunya merupakan rezim Zionis Israel,” tegasnya.

Personel UNIFIL berpatroli di Lebanon. (Anadolu Agency)
Di sisi lain, Dubes Iran mengajak masyarakat Indonesia, khususnya masyarakat Solo, untuk bergabung dalam kampanye menolak perang.
“Saya berharap dan mengundang seluruh masyarakat Indonesia, pemerintah Indonesia, serta wali kota yang terhormat untuk bergabung dalam sebuah kampanye menolak perang. Kampanye ini menyuarakan bahwa membunuh masyarakat tidak berdosa adalah hal yang salah. Peperangan merupakan hal yang harus kita tolak,” beber Boroujerdi.