Dubes Rusia Kecam Serangan yang Tewaskan Tiga Prajurit TNI di Lebanon

Dubes Rusia untuk Indonesia Sergei Tolchenov saat ditemui awak media di Tanjung Priok, Jakarta, Selasa, 31 Maret 2026. (Metrotvnews.com)

Dubes Rusia Kecam Serangan yang Tewaskan Tiga Prajurit TNI di Lebanon

Willy Haryono • 1 April 2026 06:37

Jakarta: Duta Besar Rusia untuk Indonesia Sergei Tolchenov menyampaikan duka mendalam atas gugurnya tiga prajurit TNI yang tergabung dalam misi perdamaian PBB (UNIFIL) di Lebanon.

Ketiganya gugur dalam serangan terpisah di Lebanon saat mereka menjalankan misi UNIFIL pada 29 dan 30 Maret 2026. Lima prajurit TNI lainnya juga terluka dalam dua insiden itu.

Dalam sesi tanya jawab di Jakarta, Selasa, 31 Maret, Dubes Tolchenov menegaskan bahwa penyerangan terhadap pasukan penjaga perdamaian tidak dapat dibenarkan dalam praktik militer apa pun.

“Ini adalah kabar yang sangat menyedihkan. Pasukan perdamaian tidak seharusnya menjadi target aktivitas militer,” ujar Dubes Tolchenov.

Ia menekankan bahwa keberadaan prajurit Indonesia di Lebanon merupakan bagian dari mandat internasional untuk menjaga stabilitas kawasan, sehingga keselamatan mereka harus menjadi prioritas semua pihak.

Tolchenov menilai insiden tersebut sebagai dampak dari meningkatnya eskalasi konflik di Timur Tengah yang kini meluas hingga Lebanon. Ia juga menyoroti aktivitas militer Israel di perbatasan utara sebagai faktor yang memicu jatuhnya korban dari pihak penjaga perdamaian.

“Sayangnya, pasukan perdamaian harus menderita akibat agresi ini. Harus ada langkah nyata untuk memastikan pertahanan dan keselamatan warga Indonesia yang sedang bertugas di bawah bendera PBB,” katanya.

Berdasarkan laporan Al Jazeera, situasi di Lebanon selatan semakin memanas setelah militer Israel memperluas operasi daratnya untuk menekan posisi milisi Hizbullah menjauh dari perbatasan.

Sementara itu, Anadolu melaporkan bahwa fasilitas UNIFIL kerap terdampak dalam pertempuran antara pasukan Israel dan Hizbullah, yang menyebabkan kerusakan infrastruktur serta korban dari personel penjaga perdamaian, termasuk dari Indonesia.

Meski fokus pada isu kemanusiaan di Lebanon, Dubes Tolchenov juga menegaskan posisi strategis Rusia di kawasan. Ia menyebut Iran sebagai mitra strategis Rusia dan bagian dari blok ekonomi BRICS.

Terkait kemungkinan bantuan militer Rusia kepada Iran, Dubes Tolchenov menyatakan kerja sama militer memang berlangsung, namun ia tidak memiliki informasi spesifik terkait penggunaannya dalam konflik saat ini.

Pernyataan tersebut disampaikan di tengah upaya internasional untuk meredakan ketegangan di perbatasan Lebanon-Israel guna mencegah jatuhnya lebih banyak korban, baik sipil maupun personel penjaga perdamaian. (Kelvin Yurcel)

Baca juga:  Armada Pasifik Angkatan Laut Rusia Kunjungi Jakarta, Perkuat Kemitraan Militer

Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow  akun
Google News Metrotvnews.com
(Willy Haryono)