Rusia Tegaskan Ukraina Harus Tarik Pasukan dari Donbas untuk Akhiri Perang

Ajudan Presiden Rusia Vladimir Putin, Yury Ushakov. (Anadolu Agency)

Rusia Tegaskan Ukraina Harus Tarik Pasukan dari Donbas untuk Akhiri Perang

Willy Haryono • 10 May 2026 20:37

Moskow: Penyelesaian perang Ukraina akan tetap mengalami kebuntuan apabila Kyiv tidak menarik pasukannya dari wilayah Donbas, kata ajudan Presiden Rusia Vladimir Putin, Yury Ushakov, pada Minggu, 10 Mei 2026.

Dalam wawancara dengan program televisi “Moscow. Kremlin. Putin” yang dipandu Pavel Zarubin, Ushakov mengatakan Rusia berharap otoritas Ukraina pada akhirnya memahami bahwa penarikan pasukan dari Donbas tidak dapat dihindari.

“Selama Ukraina tidak mengambil langkah itu, kita bisa menjalani beberapa putaran lagi, bahkan puluhan putaran negosiasi, tetapi kita akan tetap berada di tempat yang sama,” ujar Ushakov.

“Mereka di Ukraina tahu bahwa hal itu perlu dilakukan dan pada akhirnya mereka juga akan melakukannya,” lanjutnya.

Menurut Ushakov, Ukraina sejauh ini menolak langkah tersebut karena mendapat dukungan dari negara-negara Eropa.

Terkait posisi Amerika Serikat, Ushakov menegaskan Washington masih memiliki perhatian terhadap isu Ukraina dan membantah anggapan bahwa AS mulai meninggalkan konflik tersebut.

“Saya tidak akan mengatakan Washington meninggalkan isu Ukraina. Kontak telepon aktif kami menjadi bukti hal itu,” katanya.

Dialog Rusia-AS

Ia juga menyinggung inisiatif Presiden AS Donald Trump terkait gencatan senjata yang disebut telah didukung Rusia.

Menurut Ushakov, untuk mewujudkan gencatan senjata pada 9-11 Mei, perwakilan Amerika melakukan negosiasi paralel dengan Moskow dan Kyiv selama dua hari.

“Kesepakatan itu dicapai melalui negosiasi yang sulit. Selama dua hari kami melakukan pembicaraan melalui telepon dengan rekan-rekan Amerika, sementara mereka juga berkomunikasi dengan Kyiv,” ujarnya.

Ushakov juga mengkritik dekret Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky yang secara satir “mengizinkan” parade Hari Kemenangan di Moskow digelar. Ia menyebut langkah tersebut sebagai tindakan yang tidak serius dan menyerupai “aksi badut.”

Selain itu, Ushakov mengatakan utusan Presiden AS Steven Witkoff dan Jared Kushner diperkirakan akan segera berkunjung ke Moskow untuk melanjutkan dialog Rusia-AS terkait penyelesaian konflik Ukraina.

Sejak konflik pecah pada Februari 2022, Rusia dan Ukraina telah menjalani berbagai putaran negosiasi perdamaian, termasuk mediasi Amerika Serikat pada awal 2026. Namun, hingga kini belum tercapai terobosan akibat perbedaan mendasar terkait wilayah.

Baca juga:  Serangan Rusia di Zaporizhzhia Tewaskan 1 Orang di Tengah Gencatan Senjata

Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow  akun
Google News Metrotvnews.com
(Willy Haryono)