Head of Equity Strategy Asia Pacific, HSBC Global Research, Herald van der Linde. Foto: Metrotvnews.com/Adrian Bachtiar
Kebijakan Batas Minimum Free Float BEI Langkah yang Positif
Eko Nordiansyah • 23 April 2026 16:25
Jakarta: Head of Equity Strategy Asia Pacific, HSBC Global Research, Herald van der Linde menyebut, kebijakan Bursa Efek Indonesia (BEI) terhadap batas minimum free float 15 persen merupakan langkah positif bagi Indonesia. Perusahaan tercatat disarankan menjual saham terbaru dengan harga yang menarik untuk investor.
"Dalam jangka panjang, sebenarnya, saya pikir terdapat peningkatan saham di pasar Indonesia dan itu akan sangat positif," kata Herald van der Linde, dalam HSBC Indonesia Economy & Investment Outlook, di Jakarta, Kamis, 23 April 2026.
Herald juga mengharapkan banyak perusahaan yang melakukan pencatatan saham tersebut, sehingga mendapatkan modal dari investor baru. “Artinya, pasar saham Indonesia berfungsi lebih baik," kata dia.
HSBC mempercayai, Indonesia akan tetap berada pada indeks pasar yang sama, setelah kabar dari MSCI yang memeriksa pasar saham Indonesia. Dia menambahkan, Indonesia masih memiliki perusahaan besar terutama pada bank-bank di Indonesia.
“Saya juga berpikir, Indonesia memiliki beberapa bank terbesar,” ungkap Herald.
.jpg)
(Ilustrasi. Foto: Dok Metrotvnews.com)
Kinerja baik pasar saham
Selain itu, Herald menyampaikan saham di pasar bekerja dengan baik, walaupun terjadi eskalasi Timur Tengah yang masih berlangsung. Pasar saham tidak bergantung dengan ekonomi yang terjadi, melainkan dari perdagangan saham itu sendiri yang terdaftar di pasar saham.“Pasar saham bukanlah representasi atau cerminan dari apa yang terjadi dengan perekonomian,” kata Herald.
Menurutnya, perusahaan yang telah memanfaatkan teknologi AI untuk mendorong pertumbuhan saham tetap memiliki prospek positif. Meskipun terjadi ketidakpastian akibat konflik di Timur Tengah, ia tetap optimistis terhadap ekuitas global, termasuk pasar saham di negara berkembang.
“Di antara itu, kami menyukai pasar yang tumbuh jauh lebih cepat dengan AI,” ujar Herald. (Adrian Bachtiar)