Proyeksi HSBC: Inflasi Indonesia Bisa Tetap Rendah, Ini Syaratnya

Ekonom HSBC Pranjul Bhandari. Foto: Metrotvnews.com/Adrian Bachtiar

Proyeksi HSBC: Inflasi Indonesia Bisa Tetap Rendah, Ini Syaratnya

Eko Nordiansyah • 23 April 2026 15:00

Jakarta: HSBC Global Investment Research menilai Indonesia melewati kuartal I-2026 dengan baik, sebab dapat menahan inflasi di bawah 3,5 persen. Akan tetapi, Indonesia harus siap pada kuartal berikutnya sebagai imbas krisis energi secara global.

"Jika nanti harga minyak rata-rata USD80 per barel, mungkin dalam sebulan ke depan, keadaan mulai normal dan harga minyak mulai turun lagi, maka menurut saya inflasi akan berada di bawah 3,5 persen,” ujar Ekonom HSBC Pranjul Bhandari dalam HSBC Indonesia Economy & Investment Outlook, dalam konferensi pers secara daring, Kamis, 23 April 2026.

Menurut dia, kondisi ini merupakan tantangan energi yang berbeda yang akan berdampak pada multi-channel shock. Maka dari itu, setiap negara apakah bisa mencukupi kebutuhan minyak, gas, hingga pakan industri.

"Karena ini bukan hanya tentang harga energi, tetapi juga tentang kuantitas energi,” ungkap Pranjul.


(Ilustrasi. Foto: Freepik)

Ketersediaan pasokan energi jadi tantangan

Pranjul menyatakan pasokan energi dapat mempengaruhi semua indikator, seperti pertumbuhan ekonomi, inflasi, neraca eksternal, serta neraca pemerintah. Sehingga dengan harga USD80, pemerintah dapat menjaga inflasi tidak di atas 3,5 persen.

“Jadi, saya pikir angkanya akan di bawah 3,5 (persen). Dan salah satu alasannya adalah adanya subsidi energi yang memastikan harga tidak dinaikkan,” kata Pranjul

Selain itu, menurut Pranjul pemerintah akan berpegang teguh pada batas inflasi Bank Indonesia (BI). Dengan menggunakan sistem Coretax yang semakin membaik ia meyakini, sistem ini akan bermanfaat pada pendapatan Indonesia melalui pajak.

“Ditambah lagi pemerintah memiliki dana yang tersimpan terutama pada dana Saldo Anggaran Lebih (SAL). Saya pikir batas fiskal tiga persen akan dipertahankan dalam jangka pendek,” ungkap dia. (Adrian Bachtiar)

Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow  akun
Google News Metrotvnews.com
(Eko Nordiansyah)