Menit Terakhir, Trump Pindah Negosiasi Lebanon-Israel ke Gedung Putih

Presiden AS Donald Trump di Ruang Oval Gedung Putih. Foto: The New York Times

Menit Terakhir, Trump Pindah Negosiasi Lebanon-Israel ke Gedung Putih

Dimas Chairullah • 24 April 2026 17:05

Washington: Pertemuan diplomatik krusial antara Duta Besar Lebanon dan Israel mengalami perubahan lokasi pada menit-menit terakhir. 

Dialog yang awalnya akan digelar di Departemen Luar Negeri Amerika Serikat (AS) itu dipindah ke Gedung Putih, di mana Presiden AS Donald Trump dijadwalkan menyambut langsung kedatangan kedua delegasi. Mengutip laporan Anadolu, seorang pejabat Gedung Putih mengonfirmasi perubahan mendadak tersebut.

"Pembicaraan tingkat duta besar antara Israel dan Lebanon sekarang akan berlangsung di Gedung Putih. Presiden Trump akan menyambut para perwakilan saat kedatangan mereka," ungkap pejabat tersebut kepada Anadolu, dikutip pada Jumat, 24 April 2026.

Agenda diplomasi ini dijadwalkan dimulai pada pukul 16.00 waktu setempat. Belum ada rincian pasti mengenai siapa saja perwakilan yang akan mengisi meja delegasi AS. Namun, Wakil Presiden JD Vance dan Menteri Luar Negeri Marco Rubio yang juga merangkap sebagai Penasihat Keamanan Nasional Trump terpantau telah memasuki area Gedung Putih.

Sebelumnya, pihak Departemen Luar Negeri AS sempat merilis pernyataan bahwa delegasi Washington akan diperkuat oleh Duta Besar AS untuk Israel Mike Huckabee, serta Duta Besar AS untuk Lebanon Michel Issa.

Dialog di Washington ini merupakan pertemuan tatap muka kedua antara Duta Besar Lebanon Nada Hamadeh Moawad dan Duta Besar Israel Yechiel Leiter dalam kurun waktu dua pekan terakhir. Melansir Anadolu, kedua negara yang secara historis tidak memiliki hubungan diplomatik resmi ini baru saja menggelar putaran pembicaraan pertama mereka dalam lebih dari 30 tahun pada 14 April lalu.

Upaya damai ini bergulir di tengah situasi keamanan kawasan yang masih rentan. Pertemuan ini berpacu dengan waktu, mengingat gencatan senjata 10 hari yang dimediasi oleh AS akan segera berakhir pada Minggu 26 April 22026 mendatang, setelah mulai diberlakukan sejak 16 April lalu.

Dampak kemanusiaan dari konflik ini terbilang masif. Berdasarkan catatan Anadolu, lebih dari 2.200 orang tewas dan lebih dari satu juta jiwa terpaksa mengungsi akibat perluasan operasi militer Israel ke wilayah Lebanon sejak 2 Maret. Ironisnya, sejumlah laporan menyebutkan bahwa serangan di lapangan masih terus berlanjut meski kesepakatan gencatan senjata secara resmi sedang berjalan.

Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow  akun
Google News Metrotvnews.com
(Fajar Nugraha)