Jalur Nagreg Mulai Dipadati Pemudik, Puncaknya Diprediksi 20 Maret

Sejumlah pengendara saat melintasi jalur Nagreg, Kabupaten Bandung, Jawa Barat, Senin (16/3/2026). (ANTARA/Rubby Jovan)

Jalur Nagreg Mulai Dipadati Pemudik, Puncaknya Diprediksi 20 Maret

Lukman Diah Sari • 16 March 2026 21:23

Bandung: Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Bandung, Jawa Barat memprediksi puncak arus mudik di Jalur Nagreg yang mengarah ke Tasikmalaya, Garut hingga Jawa Tengah, terjadi pada H-1 Lebaran atau Jumat, 20 Maret 2026. Prediksi ini didasarkan pada analisis pergerakan kendaraan serta adanya kebijakan cuti bersama yang cukup panjang.

“Cutinya cukup panjang, jadi masyarakat diberikan keleluasaan untuk memilih kapan mereka akan balik. Namun kami perkirakan puncak arus balik terjadi pada H-1 Lebaran,” kata  Koordinator Humas Pos Pengamanan Lebaran Dishub Kabupaten Bandung Ruddy Heryadi di Kabupaten Bandung, Senin, 16 Maret 2026, melansir Antara.


Sejumlah pengendara saat melintasi jalur Nagreg, Kabupaten Bandung, Jawa Barat, Senin (16/3/2026). (ANTARA/Rubby Jovan)

Menurutnya, meski puncak arus diprediksi terjadi pada Jumat, kepadatan lalu lintas di jalur tersebut diperkirakan tidak akan separah tahun-tahun sebelumnya. Hal ini lantaran rekayasa lalu lintas yang efektif dan kebijakan pendukung seperti layanan mudik gratis dan cuti bersama yang lebih panjang.

“Ini terobosan luar biasa dari pemerintah. Masyarakat bebas memilih kapan akan balik, sehingga potensi kemacetan panjang bisa diminimalisir,” ujar dia.

Lebih lanjut, Ruddy mengungkapkan pada H-5 Lebaran 2026, kendaraan yang mudik yang melintas di Jalur Nagreg telat mengalami peningkatan dengan tujuan menuju Garut hingga Jawa Tengah. Ia menyebut dari hasil penghitungan pukul 14.00 WIB, jumlah kendaraan mencapai 36.950 unit. Kemudian bertambah menjadi 44.701 unit sampai pukul 16.00 WIB.

Menurut dia, peningkatan arus kendaraan di Jalur Nagreg umumnya terjadi pada sore hingga malam hari. Sementara pada siang hari kondisi lalu lintas masih relatif ramai namun tetap lancar.

Ia juga mengimbau para pemudik untuk selalu memperhatikan keselamatan selama perjalanan, termasuk memastikan kondisi fisik pengemudi serta kelayakan kendaraan sebelum melakukan perjalanan jarak jauh.

“Selain itu, masyarakat juga kami sarankan memanfaatkan waktu mudik lebih awal mengingat masa libur Lebaran tahun ini cukup panjang dengan adanya cuti bersama sebelum hari H pada 21 Maret,” pesan dia.

Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow  akun
Google News Metrotvnews.com
(Lukman Diah Sari)