Kawasan Wisata Alam Gunung Latimojong di Kabupaten Enrekang, Provinsi Sulawesi Selatan, dilanda kebakaran hutan dan lahan. (Metro TV/ Muhajir Tangkesalu)
Kawasan Wisata Alam Gunung Latimojong Dilanda Karhutla
Metro TV • 28 August 2026 09:35
Enrekang: Kawasan Wisata Alam Gunung Latimojong di Kabupaten Enrekang, Provinsi Sulawesi Selatan, dilanda kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Kepulan asap tebal dan kobaran api membumbung tinggi di Jalur Merah, dari Pos Tiga menuju puncak gunung.
"Saat ini terjadi kebakaran kembali di kawasan Gunung Latimojong," kata Ketua Satgas Karhutla UPTD KPH Mata Allo Enrekang, Suparman, di Enrekang, Jumat, 28 Agustus 2026.
Kawasan yang dikenal memiliki hutan lebat dan menjadi salah satu jalur favorit para pendaki ini membuat petugas kesulitan menjangkau titik api. Akses yang sulit menjadi kendala karena lokasi kebakaran hanya dapat ditempuh dengan berjalan kaki.
Tak hanya petugas kehutanan, personel TNI dari Kodim 1419 Enrekang turut dikerahkan untuk membantu pemadaman. Namun, banyaknya titik api dan keterbatasan peralatan membuat proses pemadaman menghadapi kendala.
"Yang paling menjadi kendala utama kami adalah sulitnya air yang kami dapati ketika kita melakukan pemadaman di kawasan hutan," ujar Suparman.
Kondisi kering juga membuat rumput, semak, dan ranting pohon mudah terbakar. Tiupan angin kencang di kawasan pegunungan membuat api dengan cepat membesar dan menjalar.

Petugas memadamkan kebakaran hutan dan lahan di Gunung Latimojong dengan peralatan seadanya. (Metro TV/ Muhajir Tangkesalu)
Api bahkan terlihat dari permukiman warga dan memicu kepanikan. Terlebih, wilayah tersebut tengah dilanda musim kemarau panjang.
"Asumsi kami sementara, dari total kebakaran yang terjadi di Kabupaten Enrekang, ada indikasi faktor kesengajaan. Hal ini menjadi bagian dari evaluasi kami untuk memantau aktivitas masyarakat yang berada di dalam kawasan hutan," ungkap Suparman.
Kebakaran juga terjadi di sejumlah titik lainnya. Kondisi ini membuat warga yang memiliki lahan garapan di sekitar lokasi khawatir api menjalar ke kebun mereka yang sebagian besar ditanami bawang merah.
Berdasarkan data KPH Mata Allo Enrekang, sejak 17 Agustus 2026, petugas telah menangani tujuh titik kebakaran di dalam kawasan hutan lindung. Total luas lahan yang terbakar diperkirakan mencapai sekitar 124 hektare. (Muhajir Tangkesalu)