Asap dari serangan Israel di Gaza. (Anadolu Agency)
Survei: 74% Mahasiswa AS Nilai Israel Lakukan Genosida terhadap Palestina
Muhammad Reyhansyah • 31 August 2026 14:19
Washington: Sebanyak 74 persen mahasiswa program sarjana di Amerika Serikat (AS) menilai Israel melakukan genosida terhadap rakyat Palestina, menurut studi terbaru dari Maurice and Marilyn Cohen Center for Modern Jewish Studies di Brandeis University yang dirilis pada Agustus 2026.
Studi bertajuk “American Undergraduates and the Israeli-Palestinian Conflict” tersebut didasarkan pada survei terhadap 3.989 mahasiswa dari 303 perguruan tinggi dan universitas di AS yang dilakukan Generation Lab pada Oktober 2025 hingga Januari 2026.
“82 persen mahasiswa mendukung hak rakyat Palestina atas penentuan nasib sendiri dan pembentukan negara. Sementara itu, hanya 25 persen yang tidak setuju dengan pernyataan bahwa tindakan Israel merupakan genosida,” demikian isi survei tersebut, dikutip dari TRT World, Senin, 31 Agustus 2026.
Persepsi mahasiswa terhadap Palestina dan Israel juga menunjukkan kesenjangan.
Sebanyak 77 persen responden memiliki pandangan positif terhadap rakyat Palestina, dibandingkan 52 persen terhadap rakyat Israel. Di tingkat pemerintahan, 41 persen berpandangan positif terhadap Otoritas Palestina, sementara hanya 15 persen yang memiliki pandangan positif terhadap pemerintah Israel.
Sebanyak 46 persen mahasiswa bahkan menyatakan pandangan “sangat tidak menyukai” pemerintah Israel, sementara 39 persen lainnya menyatakan “tidak menyukai."
Peneliti mencatat bahwa pandangan mengenai konflik sangat dipengaruhi afiliasi politik. Sebanyak 94 persen mahasiswa yang mengidentifikasi diri sebagai sangat liberal meyakini Israel melakukan genosida, dibandingkan 45 persen mahasiswa konservatif.
Studi tersebut juga menemukan bahwa sebagian besar mahasiswa tidak memiliki pandangan yang mendalam mengenai konflik.
Lebih dari separuh responden mengaku memiliki pengetahuan terbatas mengenai isu Israel-Palestina dan menempatkannya di bawah sejumlah isu domestik AS seperti rasisme dan imigrasi dalam hal kepentingan pribadi.
Baca juga: Indonesia Desak OKI Bertindak Nyata Hadapi Israel di Wilayah Palestina