Pesantren Jadi Pasar Baru Ekonomi Syariah

Direktur Utama Bank Syariah Nasional (BSN), Alex Sofjan Noor (tengah). Foto: dok BSN.

Pesantren Jadi Pasar Baru Ekonomi Syariah

Ade Hapsari Lestarini • 28 August 2026 18:23

Jombang: Potensi ekonomi pesantren dinilai menjadi salah satu ruang yang dapat dikembangkan untuk memperluas ekosistem keuangan syariah di Indonesia. Besarnya jejaring pesantren yang mencakup santri, alumni, wali santri, hingga pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) membuka peluang bagi peningkatan akses layanan dan pembiayaan syariah.

Potensi tersebut menjadi perhatian PT Bank Syariah Nasional (BSN) melalui sinergi dengan Pondok Pesantren (Ponpes) Bahrul Ulum, Tambakberas, Jombang, Jawa Timur.

Direktur Utama BSN Alex Sofjan Noor mengatakan pesantren tidak hanya memiliki peran dalam pendidikan, tetapi juga berpotensi menjadi bagian dari aktivitas ekonomi masyarakat di sekitarnya.

"Kami melihat pesantren bukan hanya sebagai pengguna layanan keuangan syariah, tetapi juga sebagai pusat literasi dan penggerak ekonomi umat. Jika potensi tersebut tumbuh bersama ekosistem keuangan syariah yang sehat, manfaatnya akan makin luas," kata Alex, dalam keterangan tertulis, Jumat, 28 Agustus 2026.

Menurut Alex, jejaring pesantren yang luas dapat menjadi basis pengembangan aktivitas ekonomi sekaligus memperluas akses masyarakat terhadap layanan keuangan formal.

Karena itu, BSN dan Ponpes Bahrul Ulum menjalin kerja sama yang mencakup penempatan dana, fasilitas pembiayaan, payroll, virtual account, Cash Management System (CMS), transaksi QRIS, serta program literasi dan edukasi ekonomi syariah.

Kerja sama tersebut diharapkan tidak hanya mendukung kebutuhan transaksi dan pengelolaan keuangan pesantren, tetapi juga membuka akses layanan keuangan bagi ekosistem ekonomi yang berada di sekitar pesantren.

"Pertemuan hari ini kami maknai bukan sekadar agenda kelembagaan, tetapi silaturahmi sekaligus awal dari ikhtiar bersama. Bank syariah tidak hanya hadir sebagai tempat menabung atau mendapatkan pembiayaan, tetapi harus hadir membawa keberkahan dan kebermanfaatan," ujar Alex.


Direktur Utama Bank Syariah Nasional (BSN), Alex Sofjan Noor (tengah). Foto: dok BSN.
 

 

Kinerja BSN


Pengembangan ekosistem ekonomi syariah tersebut berlangsung ketika BSN mencatatkan pertumbuhan kinerja setelah melakukan transformasi dari BTN Syariah.

Hingga akhir Juli 2026, BSN mencatat total aset sekitar Rp81,1 triliun. Sementara pembiayaan yang disalurkan mencapai Rp62 triliun dan Dana Pihak Ketiga (DPK) berada di level Rp64,1 triliun.

Dari sisi profitabilitas, BSN membukukan laba bersih sekitar Rp643,6 miliar hingga akhir Juli 2026. BSN juga memperluas penggunaan layanan digital melalui aplikasi Bale Syariah untuk mendukung aktivitas transaksi nasabah dan mitra.

Alex mengatakan aplikasi tersebut telah digunakan lebih dari 225 ribu pengguna aktif untuk berbagai kebutuhan, mulai dari transfer dan pembayaran tagihan hingga transaksi QRIS, zakat, infak, sedekah, serta top-up Kartu Multi Trip (KMT) KAI Commuter.

Menurut Alex, digitalisasi layanan menjadi salah satu faktor penting dalam memperluas akses keuangan sekaligus mempermudah aktivitas ekonomi masyarakat.

"Hingga kini, platform digital tersebut telah digunakan oleh lebih dari 225 ribu pengguna aktif untuk berbagai kebutuhan transaksi harian mulai dari transfer, pembayaran tagihan, layanan QRIS, zakat, infak, sedekah, hingga top-up Kartu Multi Trip (KMT) KAI Commuter," ungkap Alex.

Melalui integrasi layanan perbankan, pembiayaan, dan digitalisasi, BSN menilai pengembangan ekosistem pesantren dapat menjadi salah satu bagian dari upaya memperluas inklusi keuangan syariah sekaligus mendorong aktivitas ekonomi masyarakat di Jawa Timur dan sekitarnya.

(Ade Hapsari Lestarini)