Milad ke-110, Kader Mathla'ul Anwar Ditekankan Berkarya Nyata bagi Bangsa

Ketua Umum PB Mathla'ul Anwar, KH Jazuli Juwaini. Istimewa

Milad ke-110, Kader Mathla'ul Anwar Ditekankan Berkarya Nyata bagi Bangsa

Whisnu Mardiansyah • 12 August 2026 20:41

Bogor: Mathla'ul Anwar memperingati Milad ke-110 tahun melalui kegiatan Temu Akbar Mathla'ul Anwar (Tebar Mawar) yang digelar di Aula Tegar Beriman, Kabupaten Bogor, pada Selasa, 12 Agustus 2026. Kegiatan yang diikuti sekitar 3.000 kader dari sejumlah wilayah ini menjadi momentum untuk meneguhkan komitmen kader dalam berkontribusi bagi bangsa melalui karya dan pengabdian di bidang pendidikan, dakwah, dan sosial.

Ketua Umum PB Mathla'ul Anwar, KH Jazuli Juwaini menegaskan peringatan usia 110 tahun harus menjadi momentum bagi seluruh kader untuk melakukan evaluasi dan introspeksi, sekaligus memastikan bahwa Mathla'ul Anwar memberikan manfaat nyata bagi bangsa dan negara.

Menurutnya, ikhtiar besar Mathla'ul Anwar ke depan adalah menjadikan organisasi semakin naik level dan menghadirkan kontribusi yang semakin terasa bagi masyarakat luas. Karena itu, seluruh kader dari tingkat Pengurus Besar hingga Pengurus Cabang harus bergerak bersama sesuai tugas dan fungsinya masing-masing.

"Tidak boleh ada pengurus yang hanya menjadi penonton. Bangsa Indonesia akan melihat kontribusi nyata Mathla'ul Anwar melalui karya dan pengabdian yang kita berikan," kata Jazuli dalam keterangan tertulisnya, Rabu, 12 Agustus 2026.

Jazuli juga menekankan bahwa kader Mathla'ul Anwar harus menjadi garda terdepan dalam pembangunan sumber daya manusia, khususnya melalui jalur pendidikan. Ia mengingatkan pentingnya pembenahan dan reformasi tata kelola organisasi agar kader dapat bekerja lebih efektif dan efisien.
 


Dalam bidang pendidikan, evaluasi dan perbaikan sistem pendidikan Mathla'ul Anwar perlu terus dilakukan, termasuk penguatan kurikulum serta perhatian serius terhadap madrasah-madrasah yang masih membutuhkan pembenahan. Kader-kader Mathla'ul Anwar diharapkan menjadi motor penggerak peningkatan kualitas pendidikan di seluruh satuan pendidikan yang dikelola organisasi.

"Lulusan Mathla'ul Anwar harus menjadi generasi yang berkualitas, berkarakter, dan mampu beradaptasi dengan perkembangan zaman. Perjuangan organisasi tidak akan berkelanjutan tanpa konsistensi. Karena itu, seluruh gerak langkah Mathla'ul Anwar harus berdasarkan sistem, manhaj, dan program kerja yang jelas," ujarnya.

Wakil Ketua DPD RI, Tamsil Linrung, dalam sambutannya menilai perjalanan Mathla'ul Anwar selama 110 tahun merupakan kontribusi luar biasa bagi umat dan bangsa. Apa yang telah diwariskan organisasi tersebut, menurutnya, merupakan modal sosial yang sangat berharga untuk terus memberikan kemanfaatan kepada masyarakat. Ia menekankan bahwa kader Mathla'ul Anwar harus terus mengambil peran strategis dalam kehidupan kebangsaan.

"Ormas Islam seperti Mathla'ul Anwar perlu terus didorong agar mengambil peran dalam mendukung kebijakan pemerintah, khususnya dalam pemberdayaan masyarakat. Kader Mathla'ul Anwar harus menjadi pelopor kebaikan dan kemajuan," katanya.

Bupati Bogor, Rudy Susmanto, mengapresiasi kontribusi kader Mathla'ul Anwar dalam mencerdaskan kehidupan bangsa melalui keberadaan madrasah yang telah hadir hingga ke pelosok daerah. Menurut Rudy, lembaga pendidikan Mathla'ul Anwar merupakan bagian penting dalam mendukung pembangunan sumber daya manusia di Kabupaten Bogor.

"Pemerintah Kabupaten Bogor berkomitmen melakukan revitalisasi madrasah-madrasah yang ada di Kabupaten Bogor sebagai bagian dari penguatan pendidikan keagamaan. Kader Mathla'ul Anwar menjadi mitra strategis kami dalam mewujudkan hal ini," ujar Rudy.

Ketua PD Mathla'ul Anwar Kabupaten Bogor, Abdul Aziz Sarnata, selaku penyelenggara acara, menyampaikan bahwa perjalanan dan perkembangan Mathla'ul Anwar khususnya di Kabupaten Bogor terus mengalami dinamika dan membutuhkan perhatian bersama. Ia berharap kader-kader Mathla'ul Anwar terus berkarya dan mengabdi di tengah masyarakat.

"Salah satu fokus utama adalah merawat dan memperkuat madrasah-madrasah Mathla'ul Anwar. Kader-kader kita harus bergotong royong memajukan pendidikan dan pengabdian sosial," katanya.

Memasuki usia 110 tahun, Mathla'ul Anwar meneguhkan komitmen untuk terus melakukan pembenahan internal, memperkuat pendidikan, meningkatkan kualitas sumber daya manusia, serta memperluas pengabdian sosial dan kebangsaan. Kader Mathla'ul Anwar diharapkan menjadi pelaku utama dalam setiap program dan kegiatan yang dijalankan organisasi.

Momentum Milad ke-110 menjadi energi baru bagi seluruh kader Mathla'ul Anwar untuk meningkatkan peran, memperluas kemanfaatan, dan menghadirkan keberkahan bagi umat, bangsa, dan negara. Kontribusi nyata melalui karya dan pengabdian menjadi nafas perjuangan Mathla'ul Anwar di usia yang semakin matang ini.

(Whisnu M)