Kepala BGN: SPPG di Lokasi Bencana Gempa NTT Wajib Siaga

Kepala BGN Sudaryono. Foto: Antara.

Kepala BGN: SPPG di Lokasi Bencana Gempa NTT Wajib Siaga

Anggi Tondi Martaon • 18 August 2026 16:54

Jakarta: Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Sudaryono mengatakan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang berada dekat lokasi gempa bumi di Nusa Tenggara Timur (NTT) wajib siaga dan menyesuaikan pelayanan. Instruksi tersebut dikeluarkan untuk membantu pemenuhan makanan masyarakat terdampak.

"SPPG yang terdampak bencana wajib mengutamakan keselamatan dan melaporkan kondisi kepada pihak terkait, sementara SPPG terdekat yang operasionalnya tidak terdampak dapat menyesuaikan pelayanan, termasuk membantu pemenuhan makanan bagi masyarakat terdampak dan kelompok rentan di sekitar wilayah bencana," kata Sudaryono dikutip dari Antara, Selasa, 18 Agustus 2026.

Sudaryono juga meminta seluruh jajaran BGN dan SPPG mengikuti arahan yang berlaku. Mereka diminta tidak mengambil keputusan berdasarkan asumsi sendiri.

"Kita harus bergerak cepat, terkoordinasi, dan tetap memastikan pemenuhan gizi bagi masyarakat Indonesia," ungkap Sudaryono.

Sementara itu, Kementerian Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Kemenko PMK) merekomendasikan pemerintah daerah di NTT untuk segera membentuk satuan tugas (satgas) penanganan bencana. Hal itu perlu dilakukan untuk mempercepat dan pemerataan koordinasi bagi penyintas gempa magnitudo 7,7 di wilayah itu.

Menko PMK Pratikno mengatakan pembentukan satgas daerah menjadi langkah penting mengingat sebaran titik pengungsian warga tidak hanya terpusat di satu lokasi, tetapi tersebar di berbagai kawasan terdampak.

"Kami dorong agar satgas daerah segera dibentuk, karena lokasi pengungsian ada di beberapa titik. Selain itu, kami melihat masih ada kebutuhan dasar para pengungsi yang harus dipenuhi," kata Menko Praktino.

Sedangkan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) melaporkan sejumlah destinasi wisata unggulan Pulau Flores di NTT ditutup untuk sementara demi memastikan keselamatan wisatawan pascagempa bumi bermagnitudo 7,7 mengguncang kawasan tersebut.

Dampak gempa NTT. Foto: Antara.

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Berton SP Panjaitan mengatakan, penutupan sementara dilakukan pada objek wisata yang membutuhkan pemeriksaan serta pemulihan kelayakan infrastruktur.

"Beberapa tempat wisata saat ini masih ditutup untuk sementara, seperti Goa Rangko di Kabupaten Manggarai Barat, Kampung Adat Wae Rebo di Manggarai, dan Taman Nasional Kelimutu di Kabupaten Ende," kata Berton.

Berton menjelaskan otoritas pariwisata daerah akan terus memperbarui informasi resmi mengenai pembukaan kembali destinasi-destinasi tersebut setelah penanganan dan verifikasi keamanan selesai dilakukan oleh petugas di lapangan.

(Anggi Tondi)