Puan Perintahkan Anggota DPR Dapil NTT Bersiaga di Lokasi Bencana

Ketua DPR Puan Maharani. Foto: Istimewa.

Puan Perintahkan Anggota DPR Dapil NTT Bersiaga di Lokasi Bencana

Anggi Tondi Martaon • 18 August 2026 15:44

Jakarta: Ketua DPR RI Puan Maharani memastikan bahwa masyarakat Nusa Tenggara Timur (NTT) terdampak maupun menjadi korban gempa bumi tidak sendirian. Sebab, Lembaga Legislatif pusat itu sudah menugaskan anggota dewan dari Daerah Pemilihan (Dapil) NTT untuk bersiaga di lokasi.

Menurut Puan, anggota DPR RI dari Dapil setempat bakal melakukan hal-hal yang diperlukan. Beberapa waktu lalu, Pimpinan DPR RI juga sudah berkunjung ke NTT untuk berkoordinasi dengan pemerintah daerah setempat.

"Kami juga sudah berkoordinasi, kami akan mengirimkan bantuan yang kemarin sudah dicek apa saja yang dibutuhkan," kata Puan seusai Rapat Paripurna DPR dikutip dari Antara, Selasa, 18 Agustus 2026.

Puan memastikan DPR terus berkoordinasi dengan pemerintah daerah untuk mencatat kebutuhan-kebutuhan lanjutan selama proses tanggap darurat ini. Dia meyakini semua pihak bakal bersama-sama membantu penanganan gempa di NTT.

"DPR, pemerintah, unsur-unsur masyarakat, partai politik, Insyaallah semuanya bergotong royong untuk segera mempercepat proses atau mempercepat bantuan yang harus segera dilaksanakan di sana," ungkap Puan.

Selain itu, Puan menyampaikan duka cita yang mendalam kepada rakyat NTT atas bencana alam yang terjadi.

Penanganan gempa di NTT. Foto: Dok. BNPB.

Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mengumumkan bahwa sampai Minggu sore, jumlah korban meninggal dunia akibat gempa bumi bermagnitudo 7,7 di NTT mencapai 53 jiwa.

"Sebaran korban tersebut teridentifikasi di Kabupaten Manggarai 25 orang, Manggarai Timur 20 orang, Sikka 4 orang, Manggarai Barat 1 orang, Nagekeo 1 orang dan Ende 2 orang," kata Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Berton SP Panjaitan dalam keterangan resmi di Jakarta, Minggu, 16 Agustus 2026.

Petugas gabungan juga mengevakuasi dan melakukan perawatan medis terhadap para korban luka-luka. Total korban luka-luka mencapai 137 jiwa. Saat ini, korban luka sedang menjalani perawatan di fasilitas kesehatan terdekat maupun faskes darurat.

(Anggi Tondi)