AS Selundupkan 6.000 Terminal Starlink Pasca Protes Berdarah di Iran

Terminal Starlink diselundupkan Amerika Serikat ke Iran. Foto: Anadolu

AS Selundupkan 6.000 Terminal Starlink Pasca Protes Berdarah di Iran

Fajar Nugraha • 13 February 2026 15:04

Washington: Pemerintah Amerika Serikat dilaporkan telah menyelundupkan secara rahasia sedikitnya 6.000 unit terminal internet satelit Starlink ke Iran.

Langkah ini diambil guna membantu warga Iran menembus pemblokiran internet nasional yang diberlakukan otoritas setempat setelah gelombang protes besar pada Januari lalu.

Berdasarkan laporan The Wall Street Journal Kamis 12 Februari 2026, operasi ini menandai pertama kalinya Washington memfasilitasi langsung transfer sistem Starlink ke dalam wilayah Iran. Pengiriman perangkat tersebut dilakukan setelah Teheran memutus akses komunikasi menyusul kerusuhan yang dipicu oleh krisis ekonomi dan anjloknya nilai mata uang.

Sejumlah pejabat mengungkapkan bahwa Kementerian Luar Negeri AS membeli hampir 7.000 terminal dalam beberapa bulan terakhir, dengan pengadaan terbanyak dilakukan pada bulan Januari. Dana untuk pembelian sistem satelit tersebut dilaporkan berasal dari pengalihan anggaran program inisiatif kebebasan internet di Iran yang sudah ada sebelumnya.

Selama kerusuhan berlangsung, Trump secara terbuka memberikan dukungan kepada para pengunjuk rasa melalui pernyataan bahwa bantuan sedang dalam perjalanan. Meski demikian, Gedung Putih menolak memberikan komentar resmi terkait detail operasi ini.

Kepemilikan terminal Starlink merupakan tindakan ilegal di Iran dan dapat dijatuhi hukuman penjara selama beberapa tahun. Namun, para analis dan aktivis memperkirakan puluhan ribu warga Iran tetap menggunakan sistem tersebut untuk menghindari sensor pemerintah dan menjaga akses ke informasi luar.

Menurut laporan tersebut, pada protes tahun 2022, sekitar 30 juta warga Iran menggunakan layanan VPN yang didanai AS. Selama konflik 12 hari pada Juni tahun lalu, sekitar 20 persen warga Iran tetap dapat mengakses internet melalui VPN yang didukung AS walaupun terjadi pemadaman total.

Seorang pejabat Departemen Luar Negeri mengatakan bahwa pihak pemerintah mendukung berbagai teknologi untuk menjaga konektivitas warga Iran dan tengah bekerja sama dengan mitra internasional guna memperluas kemampuan tersebut. Sementara itu, Teheran tetap menuduh Washington menghasut protes di dalam negerinya, tuduhan yang secara konsisten dibantah oleh AS.

(Kelvin Yurcel)

Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow  akun
Google News Metrotvnews.com
(Fajar Nugraha)