Kedubes AS Fasilitasi Peluncuran Pameran Digital 'Keuneubah Aceh' di Jakarta

Kedubes AS di Jakarta memfasilitasi peluncuran pameran digital Keuneubah Aceh di Google Arts & Culture untuk memperluas akses warisan budaya Indonesia. (Kedubes AS di Jakarta)

Kedubes AS Fasilitasi Peluncuran Pameran Digital 'Keuneubah Aceh' di Jakarta

Willy Haryono • 11 February 2026 15:55

Jakarta: Kedutaan Besar Amerika Serikat di Jakarta memfasilitasi peluncuran pameran digital koleksi Museum Nasional Indonesia bertajuk “Keuneubah Aceh” di @america, Jakarta pada Senin kemarin.

Berdasarkan keterangan dalam siaran pers Kedubes AS, Rabu, 11 Februari 2025, inisiatif tersebut menyoroti kolaborasi pelestarian warisan budaya Indonesia melalui pemanfaatan teknologi digital.

Pameran tersebut diselenggarakan oleh Yayasan Jalin Narasi Budaya/Southeast Asia Museum Services (SEAMS) melalui program Koleksi Kita (Kegiatan Dokumentasi Museum Indonesia), bekerja sama dengan Museum Nasional Indonesia sebagai bagian dari Museum Cagar Budaya (MCB). Kegiatan ini mendapat dukungan dari pemerintah Amerika Serikat melalui program U.S. Ambassadors Fund for Cultural Preservation (AFCP).

“Keuneubah Aceh” dapat diakses melalui platform global Google Arts & Culture. Pameran ini menampilkan koleksi terkait Aceh yang tersimpan di Museum Nasional Indonesia, hasil riset arsip, digitalisasi resolusi tinggi, serta kunjungan lapangan ke komunitas Aceh, Gayo, dan Alas. Beberapa artefak yang dipamerkan antara lain alat musik gegedem dan canang, pedang rencong, serta tempat sirih pinang.

Juru Bicara Kedutaan Besar AS di Jakarta, Jamie Ravetz, menyatakan melalui AFCP pemerintah AS berkomitmen mendukung pelestarian warisan budaya Indonesia sekaligus memanfaatkan inovasi teknologi Amerika untuk memperluas akses publik terhadap koleksi museum.

Program AFCP sendiri telah mendukung pelestarian warisan budaya di lebih dari 100 negara, mencakup bangunan bersejarah, situs arkeologi, benda etnografi, manuskrip, hingga bahasa. Dalam beberapa tahun terakhir, Kedutaan Besar AS di Jakarta melalui AFCP juga mendukung pelestarian bahasa daerah serta tradisi kuliner dan resep nusantara.

Pimpinan Kegiatan Koleksi Kita sekaligus Pendiri Bersama SEAMS, Dyah Mitayani, berharap pameran ini dapat menunjukkan bahwa koleksi museum bersifat dinamis dan terus berkembang melalui penelitian dan dokumentasi yang lebih mendalam. Ia menekankan bahwa pameran tersebut menjadi awal dialog dan kolaborasi lanjutan.

Direktur Eksekutif MCB Esti Nurjadin menyampaikan apresiasi atas kolaborasi lintas institusi tersebut. Menurutnya, penguatan museum nasional memerlukan kerja sama multidisiplin dan dukungan internasional.

Baca juga:  Konsulat AS Rayakan Freedom 250 di Batam, Soroti Kemitraan Indonesia–AS

Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow  akun
Google News Metrotvnews.com
(Willy Haryono)