Seluruh Korban Kebakaran Bar di Swiss Berhasil Teridentifikasi

Kepolisian bersiaga di dekat area insiden kebakaran sebuah bar di Swiss. (Swiss Police)

Seluruh Korban Kebakaran Bar di Swiss Berhasil Teridentifikasi

Muhammad Reyhansyah • 5 January 2026 10:35

Crans-Montana: Kepolisian Swiss memastikan seluruh 40 korban tewas dalam kebakaran bar yang terjadi pada malam Tahun Baru di Swiss telah berhasil diidentifikasi. Otoritas menyebutkan bahwa lebih dari separuh korban merupakan remaja.

Polisi Valais pada Minggu, 4 Januari 2026 menyatakan, 16 korban terakhir telah dikenali setelah kebakaran melanda sebuah bar di resor pegunungan Crans-Montana pada dini hari 1 Januari. Insiden tersebut tercatat sebagai salah satu bencana paling mematikan dalam sejarah modern Swiss.

Tragedi itu memicu gelombang duka mendalam di seluruh negeri. Pemerintah Swiss dijadwalkan menggelar hari berkabung nasional pekan depan sebagai bentuk penghormatan kepada para korban.

Pada Minggu, ratusan warga mengikuti prosesi hening menyusuri jalan-jalan Crans-Montana yang diselimuti suhu dingin untuk mengenang para korban. Kebakaran tersebut juga menyebabkan lebih dari 100 orang mengalami luka-luka.

Sebelumnya pada hari yang sama, para pelayat menghadiri kebaktian di sebuah gereja setempat. Dalam khotbahnya, Uskup Jean-Marie Lovey menyampaikan bahwa ucapan belasungkawa mengalir dari berbagai penjuru dunia, termasuk dari Paus.

“Banyak sekali orang yang bergabung dengan kami, orang-orang yang hatinya hancur,” ujar Lovey. Ia menambahkan, “Begitu banyak ungkapan simpati dan solidaritas yang kami terima.”

“Paus Leo XIV turut merasakan duka kami,” tambahnya. “Dalam pesan yang menyentuh, beliau menyampaikan empati serta perhatiannya kepada keluarga para korban dan menguatkan mereka yang tengah menderita.”

Remaja Mendominasi Jumlah Korban

Dilansir dari Channel News Asia, dari total 40 korban tewas, sebanyak 26 di antaranya adalah remaja, termasuk seorang warga negara Prancis berusia 14 tahun dan seorang remaja Swiss berusia 14 tahun. Kepolisian tidak merilis identitas korban secara resmi.

Secara kewarganegaraan, 21 korban merupakan warga Swiss, tujuh warga Prancis, dan enam warga Italia. Korban lainnya berasal dari Rumania, Turki, Portugal, dan Belgia, serta seorang warga berkewarganegaraan ganda Swiss-Prancis dan seorang gadis berusia 15 tahun yang memiliki kewarganegaraan Prancis, Israel, dan Inggris.

Ibu dari seorang remaja Swiss berusia 16 tahun, Arthur Brodard, mengonfirmasi bahwa putranya termasuk di antara korban tewas.

“Kini kami bisa mulai berduka, dengan mengetahui bahwa ia telah menemukan kedamaian,” tulis Laetitia Brodard-Sitre di akun Facebook-nya.

Hari Berkabung Nasional

Presiden Swiss Guy Parmelin mengumumkan bahwa negara itu akan menggelar hari berkabung nasional pada Jumat mendatang. Dalam peringatan tersebut, lonceng gereja akan dibunyikan di seluruh Swiss dan satu menit mengheningkan cipta akan dilakukan secara serentak.

“Dalam momen perenungan ini, setiap orang di Swiss dapat mengenang para korban bencana tersebut secara pribadi,” ujar Parmelin kepada surat kabar Sonntagsblick.

Penyelidikan awal menyebutkan kebakaran kemungkinan dipicu oleh penggunaan kembang api jenis “fountain candle” yang dinyalakan terlalu dekat dengan langit-langit di bar Constellation, menurut kepala jaksa wilayah setempat.

Sebanyak 119 orang dilaporkan mengalami luka-luka, termasuk sejumlah korban dengan luka bakar serius. Pemerintah Swiss menyatakan 35 pasien telah dipindahkan dari rumah sakit dalam negeri ke klinik khusus di Belgia, Prancis, Jerman, dan Italia.

Dua pengelola bar kini tengah diselidiki secara pidana atas dugaan pelanggaran, termasuk pembunuhan akibat kelalaian. Kepolisian menambahkan bahwa penyelidikan juga mencakup dugaan kelalaian yang menyebabkan luka berat serta kebakaran.

Keduanya belum ditahan karena tidak ditemukan indikasi akan melarikan diri atau menghambat proses hukum.

Baca juga:  Dunia Internasional Sampaikan Duka atas Kebakaran Fatal di Resor Ski Swiss

Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow  akun
Google News Metrotvnews.com
(Willy Haryono)