Bar yang menjadi lokasi kebakaran fatal di Crans-Montana, Swiss. Foto: BBC
Dunia Internasional Sampaikan Duka atas Kebakaran Fatal di Resor Ski Swiss
Muhammad Reyhansyah • 2 January 2026 19:07
Crans-Montana: Para pemimpin dunia menyampaikan duka cita dan solidaritas menyusul kebakaran fatal yang melanda sebuah bar yang dipadati pengunjung saat perayaan malam Tahun Baru di resor ski mewah Crans-Montana, Swiss.
Insiden tersebut menewaskan puluhan orang dan melukai sekitar seratus lainnya, menjadikannya salah satu tragedi terburuk yang pernah dialami negara tersebut.
Gelombang Duka Eropa Barat
Presiden Federal Swiss Guy Parmelin menyebut kebakaran itu sebagai salah satu tragedi paling mengerikan dalam sejarah Swiss. Ia menegaskan bahwa peristiwa yang terjadi di tempat umum tersebut merupakan tragedi dengan skala yang belum pernah terjadi sebelumnya.“Banyak nyawa, sebagian besar di antaranya masih muda, telah hilang. Sekitar seratus orang mengalami luka-luka, sering kali serius, dan di balik angka-angka ini terdapat wajah, nama, keluarga, serta kehidupan yang terenggut atau berubah selamanya,” ujarnya, dikutip dari AsiaOne, Jumat, 2 Januari 2026.
Presiden Prancis Emmanuel Macron, melalui platform X, mengatakan telah bertemu dengan Presiden Konfederasi Swiss untuk menyampaikan solidaritas Prancis. Ia menilai jumlah korban sangat memilukan dan menyatakan bahwa pikiran Prancis tertuju pada keluarga para korban.
Macron juga menyampaikan bahwa tim diplomatik dan konsuler Prancis terus memantau situasi serta memberikan bantuan yang diperlukan, termasuk menerima korban luka di rumah sakit Prancis.
Kanselir Jerman Friedrich Merz turut menyampaikan belasungkawa dengan menyatakan bahwa momen kegembiraan telah berubah menjadi tragedi di Crans-Montana. Ia menggambarkan peristiwa tersebut sebagai sesuatu yang sangat menyedihkan dan menyampaikan harapan agar para korban luka segera pulih sepenuhnya.
Solidaritas Penuh Uni Eropa
Presiden Komisi Eropa Ursula von der Leyen menyatakan kesedihannya yang mendalam atas kebakaran tersebut. Ia mengatakan pikirannya tertuju pada para korban, keluarga mereka, dan semua pihak yang terdampak.Von der Leyen menambahkan bahwa Uni Eropa tengah berkoordinasi dengan otoritas Swiss untuk menyalurkan bantuan medis melalui Mekanisme Perlindungan Sipil Uni Eropa, seraya menegaskan solidaritas penuh Eropa terhadap Swiss.
Kepala Kebijakan Luar Negeri Uni Eropa Kaja Kallas juga menyampaikan belasungkawa. Ia menilai perayaan Tahun Baru yang seharusnya membawa harapan dan kebahagiaan tidak semestinya diwarnai ketakutan dan kehilangan.
Kallas memuji keberanian mereka yang mempertaruhkan nyawa demi menolong orang lain dan menyampaikan duka mendalam kepada Menteri Luar Negeri Swiss serta masyarakat Swiss.
Presiden Parlemen Eropa Roberta Metsola menyebut kebakaran tragis tersebut sebagai awal tahun yang memilukan. Ia mengaku sangat terpukul oleh kabar itu dan menyatakan pikirannya bersama para korban, korban luka, serta keluarga yang harus menghadapi kehilangan tak terbayangkan pada malam pertama tahun baru.
Duka Internasional dari Eropa Timur
Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky mengatakan bahwa tragedi dahsyat terjadi di Swiss pada Hari Tahun Baru. Mengacu pada informasi yang tersedia, ia menyebut sekitar 40 orang tewas dan sekitar 100 lainnya terluka akibat ledakan di resor ski Crans-Montana.Zelensky menekankan pentingnya melakukan segala upaya untuk mencegah tragedi serupa terjadi di mana pun, serta menyampaikan belasungkawa kepada rakyat Swiss dan harapan pemulihan cepat bagi para korban luka.
Menteri Luar Negeri Ceko Petr Macinka menyatakan tengah mengikuti perkembangan kabar tersebut dengan penuh duka. Ia menyampaikan belasungkawa kepada keluarga korban dan berharap para korban luka segera pulih, seraya menegaskan bahwa Ceko berdiri bersama Swiss dalam masa sulit ini.
Sementara itu, Menteri Luar Negeri Slovakia Juraj Blanar juga menyampaikan simpati mendalam kepada keluarga dan kerabat para korban. Ia mengatakan bahwa Slovakia berdiri dalam solidaritas dengan rakyat Swiss.
Blanar menambahkan bahwa beberapa korban merupakan warga negara asing, meski kewarganegaraan mereka belum dapat dipastikan karena penyelidikan masih berlangsung. Melalui kedutaan besar di Bern, Slovakia terus berkomunikasi dengan otoritas setempat dan siap memberikan bantuan yang diperlukan kepada warganya.
Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow akun Google News Metrotvnews.com