Kontrak Berjangka Wall Street Stabil Jelang Musim Laporan Keuangan

Ilustrasi. Foto: Freepik.

Kontrak Berjangka Wall Street Stabil Jelang Musim Laporan Keuangan

Eko Nordiansyah • 20 July 2026 09:14

New York: Kontrak berjangka indeks saham Amerika Serikat (AS) bergerak stabil pada perdagangan Minggu malam waktu setempat menjelang dimulainya musim laporan keuangan kuartal II-2026. Investor juga masih mencermati meningkatnya ketegangan geopolitik di Timur Tengah yang mendorong kenaikan harga minyak.

Dikutip dari Investing, Senin, 20 Juli 2026, kontrak berjangka S&P 500 bergerak mendatar di level 7.499,25. Sementara itu, kontrak berjangka Nasdaq 100 naik tipis 0,1 persen menjadi 28.813,00 dan kontrak berjangka Dow Jones Industrial Average berada di 52.354,0.

Pergerakan tersebut terjadi setelah Wall Street mencatat pelemahan sepanjang pekan lalu akibat aksi jual saham-saham teknologi, terutama sektor semikonduktor.

Indeks Semikonduktor Philadelphia memasuki wilayah bear market setelah tekanan jual pada saham produsen chip. Aksi ambil untung pada saham-saham berbasis kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI) juga menekan sektor teknologi dan mendorong Nasdaq membukukan penurunan mingguan terbesar di antara indeks utama.

Sepanjang pekan lalu, Nasdaq Composite turun 2,9 persen. Sementara itu, S&P 500 melemah 1,6 persen dan Dow Jones Industrial Average terkoreksi 0,9 persen.


(Ilustrasi. Foto: Freepik)

Investor pantau geopolitik dan kinerja emiten

Sentimen pasar juga dipengaruhi meningkatnya konflik antara AS dan Iran yang memicu kekhawatiran terhadap pasokan energi global.

Ketegangan tersebut mendorong harga minyak mentah menguat ke level tertinggi dalam lebih dari satu bulan. Minyak mentah Brent diperdagangkan di atas USD90 per barel, sedangkan minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) berada di atas USD84 per barel.

Kenaikan harga energi dinilai berpotensi memperlambat penurunan inflasi sehingga memengaruhi ekspektasi pasar terhadap arah kebijakan suku bunga Federal Reserve.

Di sisi lain, pelaku pasar menantikan laporan keuangan kuartal II-2026 dari sejumlah perusahaan besar AS, antara lain Alphabet, Tesla, Coca-Cola, General Motors, IBM, Intel, dan Texas Instruments.

Laporan tersebut akan menjadi perhatian investor untuk melihat prospek belanja AI, permintaan layanan komputasi awan (cloud), serta kondisi konsumsi dan investasi korporasi di tengah pelemahan saham sektor semikonduktor.

(Eko Nordiansyah)