Founder dan CEO Ganari Aisahbella Dwi Purnomo. Foto: Metrotvnews.com/Surya Mahmuda.
Lawan 'Silent Killer', Ganari Hadirkan Solusi Carbon Capture Berbasis Mikroalga
Husen Miftahudin • 31 January 2026 15:53
Jakarta: Polusi udara di kota-kota besar Indonesia kian mengkhawatirkan. Berdasarkan data Indeks Kualitas Udara (AQI) per Januari 2026, kualitas udara Jakarta masuk kategori tidak sehat sehingga menjadikannya sebagai salah satu kota terburuk di dunia. Ruang Terbuka Hijau (RTH) yang terus menyempit juga semakin memperburuk masalah ini.
Menanggapi krisis tersebut, Founder dan CEO Ganari Aisahbella Dwi Purnomo meluncurkan inovasi bioteknologi yang tidak hanya memantau, tetapi juga aktif membersihkan udara menggunakan mikroalga. Berbeda dengan pembersih udara konvensional yang hanya menyaring partikel, Ganari berfungsi sebagai alat carbon capture.
Bella menjelaskan, teknologi ini memanfaatkan proses fotosintesis mikroalga untuk menyerap karbondioksida dan menghasilkan oksigen secara alami, serupa dengan fungsi pohon namun dalam skala yang lebih ringkas.
"Sebenarnya cara kerja Ganari itu sama dengan pohon, tapi caranya berbeda. Faktanya, 80 persen oksigen itu kan dihasilkan dari lautan, bukan dari pohon. Dari situ kita berpikir untuk membawa alga laut yang kita riset sendiri di laboratorium ke area urban, agar masyarakat bisa merasakan dampak oksigen alami secara langsung," ungkap Bella, Finalis DSC Season 16 saat ditemui di Jakarta, dikutip Sabtu, 31 Januari 2026.
Sebelum membangun Ganari, Bella mengungkapkan, ia sempat mengembangkan perangkat berbasis Internet of Things (IoT) murni untuk pemantauan polusi udara. Namun, ia menyadari pasar membutuhkan solusi yang lebih berdampak nyata dan berkelanjutan.
"Awalnya memang aku bikin IOTing aja, untuk pemantauan kualitas udara. Tapi market nggak nerima di situ. Kenapa? Karena solusinya belum berkelanjutan dan dampaknya belum bisa dirasakan oleh masyarakat," ujar dia.
| Baca juga: Jangan Takut Gagal, Begini Strategi Berbisnis untuk Anak Muda |

(Inovasi bioteknologi Ganari. Foto: Metrotvnews/Surya Mahmuda)
Target generasi muda dan edukasi kesehatan
Bella mengungkapkan, Ganari didesain dengan pendekatan yang fungsional, edukatif, dan estetik. Saat ini, Ganari telah meluncurkan versi yang lebih ringkas berkapasitas 1 liter untuk memenuhi permintaan pasar yang menginginkan perangkat praktis dan mudah digunakan.
"Untuk saat ini kebetulan kita lagi open pre-order untuk batch pertama, karena memang kita baru launching. Sebetulnya, dari kemarin itu bukan alat ini yang kita kenalkan duluan, tapi dengan kapasitas 3 liter. Dari sana kita belajar kalau misalkan market itu nggak mau yang terlalu teknikal. Mereka mau yang simple, jadi kita bikin yang 1 liter," papar dia.
Melalui Ganari, Bella berharap masyarakat mulai menyadari bahaya laten polusi udara yang ia sebut sebagai silent killer. "Kalau air di rumah kotor, kita pasti tidak mau minum. Tapi kalau udara buruk, kita tetap harus menghirupnya setiap detik."
"Itulah mengapa polusi udara sangat berbahaya. Harapan saya, masyarakat lebih peduli pada kesehatan mereka dan Ganari hadir sebagai kontribusi nyata anak muda Indonesia untuk udara yang lebih sehat," jelas Bella. (Surya Mahmuda)