Waspada Virus Nipah, Negara Asia Perketat Pengawasan Bandara

Pemindaian di Bandara diintensifkan terkait virus Nipah. Foto: EPA

Waspada Virus Nipah, Negara Asia Perketat Pengawasan Bandara

Fajar Nugraha • 29 January 2026 20:30

New Delhi: Sejumlah negara di Asia memperketat pemeriksaan bandara menyusul munculnya kasus virus Nipah di Negara Bagian Benggala Barat, India. Pemerintah India mengonfirmasi dua kasus sejak Desember dan membantah laporan media yang menyebut angka lebih tinggi.

Apa Itu Virus Nipah

Virus Nipah merupakan virus zoonosis yang dapat menular dari hewan ke manusia, baik melalui makanan yang terkontaminasi maupun kontak langsung antarmanusia. Organisasi Kesehatan Dunia menyebut kelelawar buah sebagai inang alami virus ini.

Virus Nipah memiliki tingkat kematian sekitar 40–75% dan dapat menyebabkan gangguan pernapasan hingga radang otak. Gejala awal biasanya berupa demam, sakit kepala, nyeri otot, muntah, pusing, dan mengantuk.
  Komplikasi paling serius adalah ensefalitis atau meningitis yang umumnya muncul 3–21 hari setelah gejala awal.

“Ini merupakan ciri khas infeksi Nipah dan berkaitan dengan tingkat kematian yang sangat tinggi,” ucap Badan Keamanan Kesehatan Inggris, dikutip dari Channel News Asia, Kamis, 29 Januari 2026.

Sebaran dan Riwayat Wabah

Kasus pertama pada manusia tercatat pada 1998–1999 di Malaysia dan Singapura, yang berawal dari peternakan babi. Sejak itu, wabah berikutnya terutama terjadi di Bangladesh bagian barat serta di India, khususnya Kerala dan Benggala Barat.

Pakar penyakit menular Mount Elizabeth Novena Hospital, Dr Leong Hoe Nam, mengatakan risiko penularan Nipah jauh lebih rendah dibandingkan COVID-19.

“Angka reproduksi dasar Nipah sekitar 0,5, jauh di bawah COVID-19 yang berada di kisaran 1,6–2,” ujar Nam.

Ia menambahkan penularan umumnya terjadi pada kontak dekat, seperti anggota keluarga atau tenaga kesehatan. Hingga kini belum tersedia vaksin atau pengobatan khusus, sehingga penanganan terbatas pada perawatan suportif intensif.

Langkah Negara-Negara Asia

Sejumlah negara di Asia meningkatkan kewaspadaan setelah munculnya kasus Nipah di India. Thailand mulai melakukan skrining penumpang sejak 25 Januari di bandara Suvarnabhumi, Don Mueang, dan Phuket.

Kamboja, Jakarta, Nepal, serta Singapura turut memperketat pemantauan kesehatan, termasuk pemeriksaan suhu tubuh bagi penumpang dari wilayah terdampak. Malaysia, Vietnam, dan China juga meningkatkan pengawasan di fasilitas kesehatan dan perbatasan.

Menteri Kesehatan Malaysia Dzulkefly Ahmad menyatakan sistem kesehatan negaranya siap menghadapi risiko. “Kami meningkatkan respons secara proporsional untuk menjaga keselamatan masyarakat,” ucapnya.

Upaya Pencegahan

Otoritas kesehatan menyebut risiko bagi wisatawan relatif rendah jika mematuhi protokol standar. Pencegahan dilakukan dengan menghindari kontak dengan kelelawar atau hewan sakit serta mencuci dan mengupas buah sebelum dikonsumsi.

Penularan antarmanusia dapat dicegah dengan menghindari kontak fisik tanpa pelindung dan menjaga kebersihan tangan. Otoritas India menegaskan situasi terkendali, dengan 196 kontak telah ditelusuri dan seluruhnya dinyatakan negatif.

(Keysa Qanita)

Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow  akun
Google News Metrotvnews.com
(Fajar Nugraha)