Bus Listrik Medium Jadi Solusi Tekan Emisi di Jalur Sempit Jakarta

Ilustrasi. Dok. Istimewa

Bus Listrik Medium Jadi Solusi Tekan Emisi di Jalur Sempit Jakarta

Achmad Zulfikar Fazli • 29 January 2026 11:33

Jakarta: Tren penggunaan kendaraan listrik di Indonesia terus menunjukkan tren positif. Selain didorong kesadaran akan keberlanjutan (sustainability), faktor efisiensi menjadi alasan kuat bagi penyedia layanan transportasi untuk beralih dari mesin konvensional ke berbasis baterai.

TransJakarta telah mengoperasikan sekitar 500 bus listrik. Namun, seluruh armada tersebut merupakan tipe bus besar dengan panjang 12 meter atau lebih. Dimensi ini dinilai sulit menjangkau wilayah dengan akses jalan sempit yang selama ini dilayani oleh armada Jaklingko atau Minitrans bermesin diesel.

Komitmen Net Zero Emission 2050

Pemerintah Provinsi DKI Jakarta menargetkan tercapainya Net Zero Emission pada 2050. Untuk mencapainya, penyediaan transportasi massal yang ramah lingkungan menjadi prioritas utama.

"INVI hadir untuk memastikan transisi menuju kendaraan listrik tidak hanya berkelanjutan, tetapi juga feasible secara operasional dan bisnis bagi pelanggan," ujar President Director INVI, Alif Prasetyo, Kamis, 29 Januari 2026.

Wakil Kepala Dinas Perhubungan DKI Jakarta, Ujang Hermawan, menyambut baik kehadiran bus listrik kategori medium. Menurutnya, peluncuran Higer EV Bus 7,5 Meter High Deck sangat relevan dengan kebutuhan transportasi ibu kota.

"Segmen medium bus memiliki peran strategis sebagai feeder atau shuttle yang menuntut fleksibilitas tinggi. Kami fokus pada bagaimana kendaraan ini didukung secara operasional dalam jangka panjang," kata Ujang.

Memecahkan 'Misteri' Bus Medium Listrik

Direktur Operasional dan Keselamatan PT TransJakarta, Daud Joseph, mengungkapkan bahwa ketersediaan bus listrik ukuran medium dengan spesifikasi mumpuni selama ini menjadi tantangan tersendiri atau 'misteri' yang belum terpecahkan.

"Dari semua operator dan empat merek yang sudah ada, belum ada yang berhasil memecahkan misteri ini (penyediaan bus medium). Kami berharap tahun 2026 sudah bisa mengoperasikan bus medium bertenaga listrik untuk menggantikan mesin diesel," tutur Daud.
 
Baca Juga: 

Kemenhub Siapkan Bus Khusus Cibinong-Puncak Bogor Mulai Februari 2025



Ilustrasi bus listrik. Dok. Istimewa

Senada dengan hal tersebut, Direktur Operasional INVI, Yusa Oktavia, optimistis produk Higer mampu menjawab kebutuhan tersebut. Ia merujuk pada kesuksesan operasional 60 bus listrik di Medan yang terbukti tangguh.

"Armada kami di Medan telah menghadapi kondisi ekstrem, termasuk banjir, dan tetap dapat kembali beroperasi dalam waktu kurang dari 2x24 jam. Ini membuktikan kesiapan teknis dan respons mekanik kami sangat solid," jelas Yusa.

Kesiapan Ekosistem dan TKDN

Selain keunggulan unit, INVI menekankan pentingnya ekosistem pendukung. Layanan aftersales disiapkan secara matang, mulai dari teknisi tersertifikasi OEM, ketersediaan suku cadang, hingga kontrak pemeliharaan armada (Fleet Maintenance Contract). Langkah ini juga dibarengi dengan komitmen meningkatkan Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN).

"Salah satu langkah strategis kami adalah pembentukan PT IMAI sebagai bagian dari kegiatan perakitasn. Pendekatan ini dilakukan secara terukur sejalan dengan kesiapan pasar dan ekosistem," ujar Yusa.

Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow  akun
Google News Metrotvnews.com
(Achmad Zulfikar Fazli)