Visibilitas Minim, Helikopter Chinook Jepang Belum Bisa Padamkan Karhutla Kalbar

Helikopter Chinook dari Jepang. Foto: Dok. BNPB.

Visibilitas Minim, Helikopter Chinook Jepang Belum Bisa Padamkan Karhutla Kalbar

Metro TV • 15 September 2026 16:20

Jakarta: Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNBP) menyampaikan bahwa bantuan dari Jepang belum dapat dioperasikan untuk memadamkan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kalimantan Barat (Kalbar). Hal ini terjadi karena jarak pandang di lokasi terdampak masih sangat minim akibat terkepung kabut asap.

"Bantuan helikopter Jepang saat ini sudah tiba di Kalimantan Barat namun belum dapat dioperasikan karena memang visibility sangat rendah,” kata Plt. Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Berton SP Panjaitan, dalam konferensi pers daring, Selasa, 15 September 2026.

Diketahui, Jepang ikut turun tangan membantu memadamkan karhutla di Kalbar, dengan mengerahkan helikopter Chinook. Berton mengatakan, operasi udara dari armada Jepang akan dilakukan apabila jarak pandang sudah memadai. 

"Pihak Jepang akan melakukan operasi (pemadaman karhutla) ketika visibility sebesar 3.500 sampai 5.000 meter jarak pandang," kata Berton. 

Dia mengungkapkan, jarak pandang di sejumlah daerah di Kalimantan Barat masih kurang dari satu kilometer. Di antaranya di wilayah seperti Mempawah, Pontianak, Melawi, Sambas, Ketapang, Kubu Raya, Sintang, Kapuas Hulu, dan Kota Singkawang. 


Plt. Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Berton SP Panjaitan. Foto: Dok. BNPB.

Adapun sisa lahan terbakar di Kalbar yang belum dipadamkan seluas 80,7 hektare. Pemadaman lahan tersebut akan dilakukan pada hari ini. 

Tercatat ada 14.759 personel yang diterjunkan untuk pemadaman di darat. Sementara satgas udara mengerahkan lima unit armada untuk patroli serta operasi modifikasi cuaca (OMC) dan sembilan unit untuk water bombing.

(Afifah Alfina)

(Gabriella Thesa Widiari)