Pelaksanaan water bombing ke lokasi karhutla dalam kawasan Taman Nasional Berbak dan Sembilang (TNBS) di wilayah Sumsel. (Dokumentasi/ Posko Satgas Karhutla Jambi)
Satgas Karhutla Jambi Kirim Alat Berat ke Lokasi Kebakaran TN Berbak
Silvana Febiari • 15 September 2026 14:33
Kota Jambi: Satuan Tugas Kebakaran Hutan dan Lahan (Satgas Karhutla) Provinsi Jambi akan mengirim alat berat untuk membuka akses jalan menuju lokasi kebakaran di dalam kawasan Taman Nasional (TN) Berbak, Kabupaten Tanjung Jabung Timur. Kebijakan itu ditempuh karena kondisi kebakaran sudah semakin parah.
"Tadi di rapat kami pertanyakan dengan Pak Menko (Polkam) dan Menteri Kehutanan agar kami bisa membuka akses ke lokasi itu untuk membawa alat berat ke lokasi, ini bencana, ini dibolehkan," kata Gubernur Jambi Al Haris di Jambi, dilansir Antara, Selasa, 15 September 2026.
Satgas Karhutla mulai mengerahkan alat berat ke titik kebakaran di kawasan inti TN Berbak setelah mendapat izin Kementerian Kehutanan (Kemenhut). Selama akses darat terbatas, pemadaman mengandalkan water bombing yang dinilai belum cukup efektif tanpa penanganan dari darat.
Pemadaman saat ini fokus pada upaya menahan pergerakan api dari perbatasan Sumatra Selatan (Sumsel) agar tidak semakin meluas ke wilayah Jambi.
Mengenai kondisi personel di lapangan, Al Haris memastikan seluruh petugas dalam keadaan prima. Pemerintah daerah bersama pemerintah pusat telah menyalurkan dukungan Bantuan Presiden (Banpres) untuk kebutuhan logistik, kesehatan, dan perlengkapan operasional tim di lapangan.
"Petugas masih sangat semangat, logistik, makanan, hingga tim medis sudah lengkap mendampingi mereka di lapangan, mulai hari ini tim sudah disiapkan untuk bisa masuk ke lokasi begitu izin dan akses dibuka," ucapnya.
.jpg)
Satgas Karhutla Provinsi Jambi saat melaksanakan rapat pembahasan perkembangan penanganan kebakaran hutan dan lahan di Kantor Korem 042/Gapu, Selasa, 15 September 2026. ANTARA/Agus Suprayitno.
Kepala Balai TN Berbak dan Sembilang Yunaidi menyebut penanganan karhutla di kawasan tersebut terkendala akses. Kondisi itu membuat petugas hingga kini kesulitan menjangkau titik api.
"Saya habis memantau di Labuhan Pering, petugas tidak bisa masuk, hanya ada dua akses, terdekat 15 kilometer masuk ke dalam, kondisi air sungai kering, petugas tidak bisa masuk," ungkapnya.
Dari tiga wilayah pintu masuk yang dipetakan, hanya dua titik yang bisa ditempuh. Pertama, dari Desa Labuhan Pering dan Sungai Benuh, Kecamatan Sadu, Kabupaten Tanjung Jabung Timur, dengan jarak tempuh sekitar 15 hingga 20 kilometer.
Sementara opsi kedua, pemadaman darat melalui kawasan Kumpeh, Kabupaten Muaro Jambi, dipastikan tidak bisa dipilih. Sebab, kondisi medan yang tidak memungkinkan.
Opsi yang paling rasional menuju titik kebakaran hanya bisa ditempuh melalui akses sungai alam dari hilir menuju ke hulu. Setelah itu, perjalanan dilanjutkan melalui jalur darat di dalam kawasan TN Berbak.
Ia menambahkan, angin yang bertiup dari utara ke selatan, dari wilayah Sumsel menuju Jambi, membuat situasi semakin parah. Api mulai merembet ke kawasan TN Berbak dari sisi TN Sembilang.