IHSG Selasa Sore Turun ke Level 6.461

Ilustrasi. Foto: Dok MI

IHSG Selasa Sore Turun ke Level 6.461

Eko Nordiansyah • 15 September 2026 16:53

Jakarta: Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada penutupan perdagangan sore ini bertengger di zona merah. IHSG bergerak menguat sesaat setelah pembukaan perdagangan pagi, namun melemah hingga penutupan sore hari, Selasa, 15 September 2026.

Berdasarkan data RTI, IHSG sore turun 73,540 poin atau setara 1,13 persen ke posisi 6.461,153. IHSG sebelumnya sempat dibuka ke level 6.544. Sementara itu, IHSG juga berada di level terendah 6.461 dan tertinggi di posisi 6.549.

Adapun total volume saham yang telah diperdagangkan adalah 26,413 miliar senilai Rp12,693 triliun. Sedangkan kapitalisasi pasar tercatat sebesar Rp11.285,992 triliun dengan frekuensi sebanyak 1.769.007 kali.

Sore ini, tercatat sebanyak 312 saham bergerak menguat. Sementara itu, sebanyak 314 saham melemah, dan 165 saham lainnya stagnan.


(Ilustrasi. Foto: Dok Metrotvnews.com)

Pelaku pasar wait and see

Pelaku pasar dinilai mencermati kebijakan Menteri Keuangan Suahasil Nazara dan arah kebijakan bank sentral Amerika Serikat (AS) The Fed. Suahasil menggantikan Purbaya Yudhi Sadewa setelah sebelumnya menjabat sebagai Wakil Menteri Keuangan.

Kepala Riset Phintraco Sekuritas Ratna Lim mengatakan, pergantian Menteri Keuangan diharapkan akan lebih menjaga kredibilitas dan disiplin fiskal, sehingga menjaga defisit APBN tetap aman di bawah batas 3 persen.

"Selain karena sudah menjabat sebagai Wakil Menteri Keuangan dalam waktu yang relatif lama, diharapkan Suahasil dapat memahami secara rinci mengenai postur anggaran sehingga transisi pelaksanaan kebijakan fiskal berjalan dengan lancar," ujar Ratna dikutip dari Antara.

Selain itu, ia melanjutkan investor juga mengharapkan Suahasil dapat mengembalikan kredibilitas dan konsistensi fiskal, sehingga dapat mengembalikan kepercayaan investor domestik dan global terhadap ekonomi makro dan pasar keuangan Indonesia.

Apabila hal tersebut terjadi, diharapkan dapat mendorong terjadinya capital inflow sehingga Rupiah menguat, yield SBN mengalami penurunan, serta IHSG lebih stabil.

“Bagi bursa saham, dampak jangka pendek diperkirakan akan cenderung fluktuatif. Sedangkan dampak jangka panjang, investor akan menantikan realisasi kebijakan yang diterapkan,” ujar Ratna.

Dari mancanegara, pelaku pasar mencermati pertemuan Federal Open Market Committee (FOMC) The Fed pada 15-16 September 2026, yang berdasarkan CME FedWatch dengan probabilitas 73 persen, The Fed akan menaikkan suku bunga acuannya sebesar 25 basis poin (bps),

Sementara itu, harga minyak mentah global masih tinggi yaitu berada di atas level 100 dolar AS per barel, setelah Arab Saudi menutup jalur pipa yang melintasi wilayah di luar Selat Hormuz

Di sisi lain, Presiden AS Donald Trump dan media Iran memberikan laporan bahwa mengenai kemungkinan tercapainya kesepakatan, yang turut meredam dampak penurunan saham teknologi.

(Eko Nordiansyah)