Kabut asap menyelimuti area pesisir di Pelabuhan Sri Bayintan Kijang, Kabupaten Bintan, Kepri, Selasa (15/9/2026). ANTARA/Ogen
BMKG: Kabut Asap Kalimantan Masih Berpotensi Masuk ke Kepri
Whisnu Mardiansyah • 15 September 2026 13:21
Tanjungpinang: Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Tanjungpinang memperkirakan kabut asap dari Kalimantan masih berpotensi masuk ke wilayah Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) dalam beberapa hari ke depan.
Kepala BMKG Tanjungpinang Ahmad Kosasih mengatakan kondisi cuaca di Kepri saat ini lebih banyak didominasi cerah berawan. Peluang hujan juga relatif rendah sehingga belum cukup membantu mengurangi konsentrasi kabut asap.
"Kalau posisi prediksi kita (BMKG) memang ada potensi hujan, tapi itu sangat lokal dan kondisinya ringan. Itu pun baru prakiraan kita," kata Kosasih di Tanjungpinang, seperti dilansir Antara, Selasa, 15 September 2026.
Menurut Kosasih, aktivitas kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di sejumlah wilayah Kalimantan masih berlangsung. Kondisi angin dari arah tenggara hingga selatan berpotensi membawa asap menuju wilayah Kepri.
"Selama di Kalimantan kondisinya masih terbakar cukup masif, tetap akan berdampak ke Kepri," ucapnya.
BMKG Imbau Warga Kurangi Aktivitas di Luar Ruangan
BMKG meminta masyarakat membatasi kegiatan di luar ruangan selama kondisi kabut asap masih mengganggu kualitas udara. Warga yang harus beraktivitas di luar rumah dianjurkan menggunakan masker.
Masyarakat juga diminta memperhatikan kondisi kesehatan dan segera mencari pertolongan apabila mengalami sesak napas akibat paparan kabut asap. Menjaga pola hidup sehat dan mencukupi kebutuhan air putih juga dianjurkan untuk membantu mencegah dehidrasi.
"Jarak pandang yang terbatas akibat asap pekat juga meningkatkan risiko kecelakaan, makanya tetap waspada dan kurangi kecepatan berkendara," ujar Kosasih.
Kabut asap dengan konsentrasi pekat mulai dirasakan di sejumlah wilayah Kepri, termasuk Tanjungpinang dan Bintan, sejak Senin, 14 September 2026. Kondisi tersebut turut berdampak pada kualitas udara dan menjadi perhatian Pemerintah Kota Tanjungpinang.
Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Kominfo) Tanjungpinang Teguh Susanto turut mengimbau masyarakat mengurangi kegiatan di luar ruangan serta menggunakan masker.
.jpg)
Ilustrasi kebakaran hutan dan lahan. Foto: dok. MI.
Pemkot Tanjungpinang juga menerapkan pembelajaran secara daring bagi siswa PAUD, TK, SD, hingga SMP selama 15-18 September 2026.
"Indeks kualitas udara saat ini tidak sehat bagi kelompok sensitif, seperti bayi, balita, ibu hamil, lansia, dan penderita penyakit kronis. Kurangi aktivitas di luar ruangan dan gunakan masker," ujar Teguh.
Kabut asap yang menyelimuti Tanjungpinang mulai dirasakan warga dalam menjalankan aktivitas sehari-hari. Salah seorang warga Perumahan Kijang Kencana 3, Agung, mengaku jarak pandang saat berkendara mulai terganggu akibat kondisi tersebut.
Agung memilih menggunakan masker ketika bepergian dengan sepeda motor. Menurutnya, kualitas udara yang terdampak kabut asap berisiko mengganggu pernapasan.
"Kami berharap pemerintah ikut membantu warga menghadapi kondisi kabut asap, salah satunya dengan menyediakan masker gratis," kata Agung.