Satelit BMKG Deteksi Sebaran Debu Vulkanik di 3 Gunung Api Ini

Warga melihat abu vulkanik keluar dari Gunung Dukono yang terlihat di area bekas banjir lahar dingin Desa Mamuya, Kecamatan Galela, Maluku Utara. ANTARA FOTO/Andri Saputra

Satelit BMKG Deteksi Sebaran Debu Vulkanik di 3 Gunung Api Ini

Silvana Febiari • 19 September 2026 12:36

Jakarta: Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengidentifikasi sebaran debu vulkanik dari empat gunung api aktif di Indonesia. Identifikasi tersebut berdasarkan hasil analisis citra satelit cuaca RGB Himawari-9.

Direktur Meteorologi Publik BMKG Ida Pramuwardani menyampaikan pantauan sebaran debu vulkanik terdeteksi di kawasan Gunung Dukono, Gunung Ibu, dan Gunung Semeru. Sementara Gunung Lewotolo nihil dari pantauan satelit.

"Berdasarkan analisis citra satelit, sebaran debu vulkanik Gunung Dukono dan Gunung Ibu teramati bergerak ke arah timur laut, sedangkan Gunung Semeru terdeteksi bergerak ke arah tenggara," kata Ida, dilansir dari Antara, Sabtu, 19 September 2026. 


Debu vulkanik Gunung Dukono mencakup wilayah Kabupaten Halmahera Utara dan Perairan Barat Daya Morotai. Gunung Ibu melingkupi Halmahera Barat dan Halmahera Utara, serta Gunung Semeru mencakup sebagian Kabupaten Lumajang hingga perairan sekitarnya.

Dari empat gunung tersebut dilaporkan oleh Badan Geologi, Gunung Ibu di Halmahera Barat, Maluku Utara, yang saat ini berstatus Level II (Waspada). Gunung Ibu kembali erupsi pada pukul 05.49 WIT dengan tinggi kolom abu teramati sekitar 400 meter di atas puncak.

Kolom abu berwarna kelabu tebal tersebut teramati condong ke arah timur. Rekaman seismogram menunjukkan amplitudo maksimum 28.0 mm serta durasi erupsi selama 45 detik.


Petugas BMKG Balai Besar Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika Wilayah II memantau sebaran partikel abu vulkanik untuk wilayah Banten, Lampung, dan Bengkulu di Kantor BMKG Regional II Banten, Ciputat, Tangerang Selatan. ANTARA FOTO/Muhammad Iqbal/tom.


Badan Geologi merekomendasikan masyarakat dan wisatawan tidak beraktivitas dalam radius 2 kilometer dari kawah aktif Gunung Ibu. Jarak tersebut diperluas hingga 3,5 kilometer ke arah bukaan kawah bagian utara.

Masyarakat diimbau menggunakan masker dan kacamata pelindung saat beraktivitas di luar rumah untuk mengantisipasi hujan abu. Warga juga diminta tidak mudah terpancing isu hoaks dan mengikuti instruksi resmi Pemerintah Kabupaten Halmahera Barat serta Pos Pengamatan Gunung Api Gam Ici.

(Silvana Febiari)