Ilustrasi gunung api. Foto: Pexels
7 Gunung Api Indonesia dengan Letusan Terbanyak Sepanjang 2026, Semeru Teratas
Muhamad Marup • 17 September 2026 18:51
Jakarta: Indonesia memiliki 127 gunung api aktif yang tersebar dari Sumatera hingga Papua. Sejumlah gunung api masih menunjukkan aktivitas erupsi dengan frekuensi cukup tinggi hingga September 2026.
Data MAGMA Indonesia menemukan beberapa gunung api mengalami ratusan hingga ribuan letusan. Gunung Semeru di Jawa Timur tercatat memiliki jumlah letusan paling banyak, disusul Gunung Ibu di Maluku Utara dan Gunung Lewotobi Laki-Laki di Nusa Tenggara Timur.
Selain ketiga gunung tersebut, aktivitas erupsi juga tercatat di Gunung Dukono, Anak Krakatau, Ili Lewotolok, dan Marapi.
Berdasarkan data MAGMA Indonesia periode 1 Januari hingga 17 September 2026, berikut gunung api dengan jumlah letusan terbanyak.
Data MAGMA Indonesia menemukan beberapa gunung api mengalami ratusan hingga ribuan letusan. Gunung Semeru di Jawa Timur tercatat memiliki jumlah letusan paling banyak, disusul Gunung Ibu di Maluku Utara dan Gunung Lewotobi Laki-Laki di Nusa Tenggara Timur.
Selain ketiga gunung tersebut, aktivitas erupsi juga tercatat di Gunung Dukono, Anak Krakatau, Ili Lewotolok, dan Marapi.
Berdasarkan data MAGMA Indonesia periode 1 Januari hingga 17 September 2026, berikut gunung api dengan jumlah letusan terbanyak.
Gunung Api dengan Letusan Terbanyak
1. Gunung Semeru
Gunung Semeru di Jawa Timur mencatat 1.881 letusan hingga 17 September 2026. Jumlah tersebut menjadi yang tertinggi dibandingkan gunung api lainnya dalam daftar.
Aktivitas Semeru didominasi erupsi dan gempa letusan. Aktivitas vulkaniknya juga masih berlangsung hingga September 2026.
Status Gunung Semeru berada pada Level III atau Siaga. Perkembangan aktivitasnya terus dipantau oleh Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG).
Aktivitas Semeru didominasi erupsi dan gempa letusan. Aktivitas vulkaniknya juga masih berlangsung hingga September 2026.
Status Gunung Semeru berada pada Level III atau Siaga. Perkembangan aktivitasnya terus dipantau oleh Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG).
2. Gunung Ibu
Berada di Kabupaten Halmahera Barat, Maluku Utara, Gunung Ibu mencatat 1.581 letusan. Jumlah tersebut menempatkan Gunung Ibu di posisi kedua setelah Gunung Semeru.
Aktivitas erupsi Gunung Ibu juga berulang dalam beberapa tahun terakhir. Perkembangan aktivitas vulkaniknya terus dipantau oleh PVMBG.
Masyarakat di sekitar Gunung Ibu diimbau mengikuti informasi terbaru terkait aktivitas gunung api. Informasi resmi dari Badan Geologi dan PVMBG dapat menjadi acuan untuk mengetahui kondisi terkini.
Aktivitas erupsi Gunung Ibu juga berulang dalam beberapa tahun terakhir. Perkembangan aktivitas vulkaniknya terus dipantau oleh PVMBG.
Masyarakat di sekitar Gunung Ibu diimbau mengikuti informasi terbaru terkait aktivitas gunung api. Informasi resmi dari Badan Geologi dan PVMBG dapat menjadi acuan untuk mengetahui kondisi terkini.
3. Gunung Lewotobi Laki-Laki
Sebanyak 859 letusan tercatat di Gunung Lewotobi Laki-Laki, Flores Timur, Nusa Tenggara Timur. Jumlah tersebut menempatkan gunung api ini di urutan ketiga.
Aktivitas vulkanik Lewotobi Laki-Laki masih berlangsung hingga September 2026. Pada akhir Agustus 2026, erupsi dengan kolom abu teramati mencapai sekitar 2.500 meter di atas puncak. Badan Geologi terus memantau perkembangan aktivitas gunung tersebut. Pemantauan mencakup aktivitas vulkanik dan hembusan abu yang masih terjadi.
Aktivitas vulkanik Lewotobi Laki-Laki masih berlangsung hingga September 2026. Pada akhir Agustus 2026, erupsi dengan kolom abu teramati mencapai sekitar 2.500 meter di atas puncak. Badan Geologi terus memantau perkembangan aktivitas gunung tersebut. Pemantauan mencakup aktivitas vulkanik dan hembusan abu yang masih terjadi.
4. Gunung Dukono
Aktivitas erupsi Gunung Dukono di Kabupaten Halmahera Utara, Maluku Utara, telah berlangsung dalam waktu panjang. Kondisi tersebut membuat gunung api ini terus mendapat pemantauan dari Badan Geologi.
Status Gunung Dukono berada pada Level II atau Waspada. Aktivitas vulkaniknya masih tinggi sehingga kondisi gunung tetap dipantau secara intensif.
MAGMA Indonesia mencatat 230 letusan di Gunung Dukono hingga 17 September 2026. Jumlah tersebut menempatkan Dukono di urutan keempat dalam daftar gunung api dengan jumlah letusan terbanyak.
Status Gunung Dukono berada pada Level II atau Waspada. Aktivitas vulkaniknya masih tinggi sehingga kondisi gunung tetap dipantau secara intensif.
MAGMA Indonesia mencatat 230 letusan di Gunung Dukono hingga 17 September 2026. Jumlah tersebut menempatkan Dukono di urutan keempat dalam daftar gunung api dengan jumlah letusan terbanyak.
5. Gunung Ili Lewotolok
Dengan ketinggian 1.423 meter di atas permukaan laut (mdpl), Gunung Ili Lewotolok berada di Kabupaten Lembata, Nusa Tenggara Timur. Gunung api ini juga masih menunjukkan aktivitas erupsi hingga September 2026.
MAGMA Indonesia mencatat 142 letusan di Gunung Ili Lewotolok hingga 17 September 2026. Status aktivitas gunung tersebut berada pada Level II atau Waspada.
MAGMA Indonesia mencatat 142 letusan di Gunung Ili Lewotolok hingga 17 September 2026. Status aktivitas gunung tersebut berada pada Level II atau Waspada.
6. Gunung Anak Krakatau
Gunung Anak Krakatau, dok: BNPB
Perubahan status menjadi salah satu catatan penting dalam aktivitas Gunung Anak Krakatau di Selat Sunda. Badan Geologi menaikkan status gunung api tipe A tersebut menjadi Level III atau Siaga pada Juli 2026.Erupsi Anak Krakatau masih terjadi hingga September 2026. Statusnya juga masih berada pada Level III atau Siaga berdasarkan pemantauan hingga 7 September 2026.
MAGMA Indonesia mencatat 131 letusan di Gunung Anak Krakatau hingga 17 September 2026. Jumlah tersebut menempatkannya dalam daftar tujuh gunung api dengan letusan terbanyak.
7. Gunung Marapi
Riwayat erupsi yang berulang membuat aktivitas Gunung Marapi di Sumatera Barat terus mendapat pemantauan. Gunung tersebut juga termasuk gunung api tipe A berdasarkan data Badan Geologi.
Lokasi Gunung Marapi berada berdekatan dengan permukiman dan jalur pendakian. Perkembangan aktivitas vulkaniknya perlu diperhatikan oleh masyarakat maupun pendaki yang berada di kawasan sekitar gunung.
MAGMA Indonesia mencatat 52 letusan di Gunung Marapi hingga 17 September 2026. Pada periode tersebut, status aktivitas Gunung Marapi berada pada Level II atau Waspada.
(Angel Rinella)
Lokasi Gunung Marapi berada berdekatan dengan permukiman dan jalur pendakian. Perkembangan aktivitas vulkaniknya perlu diperhatikan oleh masyarakat maupun pendaki yang berada di kawasan sekitar gunung.
MAGMA Indonesia mencatat 52 letusan di Gunung Marapi hingga 17 September 2026. Pada periode tersebut, status aktivitas Gunung Marapi berada pada Level II atau Waspada.
(Angel Rinella)