Pengairan Sawah Jadi Perhatian, Dody Hanggodo Tinjau Kondisi di Pebayuran

Menteri Pekerjaan Umum Dody Hanggodo meninjau sawah yang mengalami kekeringan di Desa Karangharja, Kecamatan Pebayuran, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat, Sabtu, 26 September 2026. Dokumentasi/ istimewa.

Pengairan Sawah Jadi Perhatian, Dody Hanggodo Tinjau Kondisi di Pebayuran

Deny Irwanto • 27 September 2026 07:37

Bekasi: Kunjungan Menteri Pekerjaan Umum Dody Hanggodo ke Desa Karangharja, Kecamatan Pebayuran, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat, Sabtu, 26 September 2026, menjadi momentum untuk melihat langsung kondisi pengairan lahan pertanian.

Di tengah hamparan sawah, Dody meninjau kondisi lahan yang dilaporkan mengalami kekurangan air selama sekitar tujuh bulan. Kondisi tersebut menjadi perhatian karena aliran sungai yang masih memiliki ketersediaan air berada tidak jauh dari area persawahan.

"Ketika laporan dari lapangan dan percakapan masyarakat menunjukkan kondisi yang berbeda dengan laporan internal yang saya terima, maka saya merasa perlu melihat sendiri apa yang sebenarnya terjadi," kata Dody saat meninjau lokasi, dikutip Minggu, 27 September 2026.

Sekitar 1.000 hektare sawah di wilayah tersebut dilaporkan mengalami persoalan pengairan. Kondisi ini kemudian menjadi bagian dari evaluasi untuk melihat bagaimana distribusi air dapat menjangkau lahan pertanian secara lebih optimal.

Sebelumnya sejak Juli 2026, Dody menerima laporan dari jajaran eselon I dan II melalui dashboard monitoring real time. Dalam laporan tersebut, kondisi kekeringan disebut terkendali dan sekitar 73.000 hektare sawah dilaporkan telah diselamatkan dari ancaman gagal panen.

Untuk mendapatkan gambaran yang lebih lengkap, sekitar tiga minggu sebelum kunjungan ke Pebayuran, Dody membuka kanal pengaduan melalui WhatsApp. Masyarakat dapat menyampaikan informasi mengenai lokasi kekeringan yang masih membutuhkan penanganan.


Menteri Pekerjaan Umum Dody Hanggodo meninjau sawah yang mengalami kekeringan di Desa Karangharja, Kecamatan Pebayuran, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat, Sabtu, 26 September 2026. Dokumentasi/ istimewa.

Informasi dari masyarakat tersebut kemudian menjadi salah satu bahan pemantauan kondisi di lapangan. Percakapan mengenai kekeringan sawah di media sosial juga tercatat meningkat berdasarkan pemantauan tim tenaga ahli bidang media monitoring.

Kondisi tersebut menunjukkan pentingnya pencocokan antara data pemantauan dengan situasi yang dihadapi masyarakat. Dalam pengelolaan irigasi, ketersediaan air tidak hanya berkaitan dengan sumber air, tetapi juga jaringan, distribusi, koordinasi, serta penyampaian informasi dari lapangan.

Dody mengakui sikapnya saat berada di lokasi menjadi perhatian. Ia kemudian menyampaikan permintaan maaf apabila tutur kata dan sikapnya dinilai terlalu keras.

"Saya marah bukan karena persoalan pribadi. Saya marah karena melihat masyarakat, khususnya petani, yang seharusnya mendapatkan pelayanan negara justru masih menghadapi persoalan mendasar seperti kekurangan air. Saya gak boleh membiarkan ini terjadi." jelas Dody.

Menurut Dody, kondisi pengairan menjadi salah satu aspek penting dalam mendukung keberlangsungan produksi pertanian. Infrastruktur irigasi diharapkan dapat memastikan kebutuhan air tanaman terpenuhi sesuai dengan kondisi dan waktu yang dibutuhkan.

"Ukuran keberhasilannya harus terlihat di lapangan: apakah air benar-benar sampai ke sawah dan apakah petani benar-benar merasakan manfaatnya," ungkapnya.

Temuan di Pebayuran juga menjadi bahan evaluasi terhadap sistem pemantauan dan penanganan kekeringan. Data yang tersedia perlu terus diverifikasi dengan kondisi aktual agar persoalan di tingkat petani dapat diketahui dan ditindaklanjuti.

Dody mengatakan langkah tegas akan dilakukan apabila dalam proses evaluasi ditemukan pejabat yang tidak menjalankan tanggung jawabnya.

“Saya akan mengambil langkah tegas terhadap pejabat yang terbukti tidak menjalankan tanggung jawabnya dan memastikan pelayanan kepada masyarakat, khususnya petani, menjadi prioritas,” katanya.

Persoalan pengairan di Pebayuran menjadi bagian dari tantangan yang lebih luas dalam menjaga produksi pangan. Ketersediaan infrastruktur irigasi dan distribusi air menjadi salah satu faktor yang mendukung aktivitas pertanian, terutama ketika sejumlah wilayah menghadapi periode kekeringan.

Karena itu, kunjungan lapangan tersebut tidak hanya menjadi kesempatan untuk melihat kondisi sawah, tetapi juga mengevaluasi kesesuaian antara data pemantauan dengan kebutuhan di lapangan. Bagi petani, keberadaan jaringan irigasi pada akhirnya diharapkan dapat memberikan akses air yang mendukung proses tanam hingga panen.


(Deny Irwanto)