Aparat kepolisian berpatroli di salah satu ruas jalan di Haiti. (Anadolu Agency)
Insiden Berdesak-desakan di Benteng Laferriere Haiti Tewaskan 30 Orang
Dimas Chairullah • 12 April 2026 12:46
Port-au-Prince: Sedikitnya 30 orang tewas dalam insiden berdesak-desakan dan terinjak-injak di Benteng Laferriere, wilayah utara Haiti, pada Sabtu, 11 April.
Pihak berwenang memperingatkan jumlah korban jiwa masih berpotensi bertambah seiring berjalannya proses penanganan dan investigasi.
Dikutip dari ABC, Minggu, 12 April 2026, Kepala Perlindungan Sipil Departemen Nord Haiti, Jean Henri Petit, mengatakan insiden terjadi di pintu masuk lokasi wisata bersejarah tersebut.
Benteng Laferriere merupakan peninggalan awal abad ke-19 yang dibangun setelah kemerdekaan Haiti dari Prancis dan kini berstatus situs Warisan Dunia UNESCO.
Lokasi itu dipadati ribuan pengunjung pada akhir pekan, sebagian besar merupakan pelajar yang menghadiri perayaan tahunan. Kepadatan di area masuk, ditambah hujan deras, memicu kepanikan yang berujung pada insiden mematikan.
Perdana Menteri Haiti Alix Didier Fils-Aimé menyampaikan duka mendalam atas tragedi tersebut.
“Kami menyampaikan belasungkawa tulus kepada keluarga yang berduka, dan memastikan solidaritas kami di tengah masa berkabung ini,” ujar Fils-Aimé.
Ia menambahkan bahwa banyak anak muda berada di lokasi saat kejadian. Namun, hingga kini identitas korban belum sepenuhnya teridentifikasi dan angka korban jiwa masih bersifat sementara.
Haiti merupakan negara di kawasan Karibia yang menempati bagian barat Pulau Hispaniola dan berbatasan langsung dengan Republik Dominika. Negara ini berada di sebelah timur Kuba dan Jamaika serta di selatan Bahama.
Baca juga: 40 Orang Tewas dalam Kebakaran Kapal Migran di Haiti