Dolar AS Menguat Seiring Gagalnya Perundingan AS-Iran

Ilustrasi. Foto: Freepik.

Dolar AS Menguat Seiring Gagalnya Perundingan AS-Iran

Eko Nordiansyah • 13 April 2026 08:25

New York: Dolar AS menguat ke level tertinggi dalam seminggu dalam reli luas terhadap sebagian besar mata uang lainnya pada perdagangan awal Asia pada Senin, 13 Maret 2026, karena pembicaraan damai antara AS dan Iran gagal dan Angkatan Laut AS mempersiapkan blokade pelabuhan Iran.

Dikutip dari Investing.com, indeks dolar AS, yang mengukur kekuatan dolar AS terhadap sekeranjang enam mata uang, naik hingga 0,5 persen menjadi 99,187, level tertinggi sejak 7 April.

Euro turun 0,5 persen menjadi USD1,1667 karena poundsterling Inggris turun 0,6 persen menjadi USD1,3383, sementara dolar Australia turun 0,8 persen menjadi USD0,7014 dan dolar Selandia Baru turun 0,7 persen menjadi USD0,5798.



(Ilustrasi. Foto: Dok MI)

Trump perintahkan blokade Selat Hormuz


Presiden AS Donald Trump mengatakan pada hari Minggu bahwa Angkatan Laut AS akan mulai memblokade Selat Hormuz setelah pembicaraan maraton dengan Iran gagal mencapai kesepakatan untuk mengakhiri perang, yang membahayakan gencatan senjata dua minggu yang rapuh. 

Komando Pusat AS mengatakan pasukan AS akan mulai menerapkan blokade semua lalu lintas maritim yang masuk dan keluar pelabuhan Iran mulai pukul 10 pagi ET (1400 GMT) pada hari Senin.

"Perdagangan valuta asing yang tipis dan dimulai lebih awal pagi ini menunjukkan suasana penghindaran risiko, dengan reli luas pada USD sebagai responsnya," tulis analis dari Westpac dalam catatan riset.

Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow  akun
Google News Metrotvnews.com
(Eko Nordiansyah)