Menaker: Kesempatan Kerja Tetap Terbuka di Tengah Tantangan Global

Menteri Ketenagakerjaan (Menaker) Yassierli. Foto: Dok. Kemenaker.

Menaker: Kesempatan Kerja Tetap Terbuka di Tengah Tantangan Global

Anggi Tondi Martaon • 8 April 2026 10:42

Jakarta: Menteri Ketenagakerjaan (Menaker) Yassierli menilai kesempatan kerja di Indonesia tetap terbuka di tengah tantangan global. Sejumlah langkah disiapkan pemerintah merespons tantangan tersebut.

Yassierli mengatakan, langkah ini penting agar pencari kerja mudah mendapatkan informasi lowongan dan pelatihan yang sesuai kebutuhan pasar. Sebab, Indonesia tak bisa hanya menunggu masalah terjadi. 

"Kita harus bergerak cepat agar pasar kerja tetap stabil. Kemnaker menyiapkan sistem peringatan dini PHK, dialog bersama perusahaan dan pekerja, serta akselerasi program pelatihan dan peningkatan keterampilan,” ujar Yassierli dikutip dari Antara, Rabu, 8 April 2026.

Untuk itu, Yassierli menekankan bahwa penguatan ketenagakerjaan nasional hanya bisa berjalan melalui kolaborasi pemerintah, dunia usaha, dan tenaga kerja.

Lebih lanjut, Yassierli juga menyoroti kesenjangan antara kompetensi tenaga kerja dan kebutuhan industri. Menurut dia, banyak lowongan tersedia, tetapi informasi dan kualifikasi yang dibutuhkan belum tersambung dengan pencari kerja.

Oleh karena itu, perusahaan diminta melaporkan kebutuhan tenaga kerja melalui platform KarirHub SIAPKerja. Sehingga rekrutmen lebih transparan dan mudah diakses masyarakat.

Selain itu, ia menekankan pentingnya pelatihan vokasi yang sesuai kebutuhan industri. Ia mengajak para pemangku kepentingan terlibat langsung dalam pengembangan keterampilan bagi pekerja low-medium skill, agar lulusan pelatihan siap memasuki dunia kerja.

“Selain menyiapkan peluang kerja, kita juga mendorong akses setara bagi penyandang disabilitas. Dunia kerja yang sehat bukan hanya soal pertumbuhan, tapi juga soal kesempatan yang adil untuk semua,” sebut Yassierli.

Ilustrasi. Foto: Medcom.id.

Menaker mengingatkan, perkembangan teknologi, termasuk kecerdasan buatan (AI), akan mengubah dunia kerja secara masif.

Ia memastikan Kemnaker siap memfasilitasi kebutuhan perusahaan terkait tenaga kerja agar pasar kerja lebih adaptif, inklusif, dan mampu menjawab perubahan.

“Semua tantangan ini harus kita hadapi bersama demi stabilitas pasar kerja nasional," ujar Yassierli.

Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow  akun
Google News Metrotvnews.com
(Anggi Tondi)