Paramiliter RSF melancarkan serangan ke berbagai kota di Sudan, termasuk di wilayah Darfur. (Anadolu Agency)
Serangan Drone RSF di Darfur Tewaskan 19 Warga Sipil Sudan
Muhammad Reyhansyah • 13 January 2026 10:27
Darfur: Pasukan gabungan yang berpihak pada militer Sudan menyatakan sedikitnya 19 warga sipil tewas dalam serangan darat berskala besar yang dilancarkan kelompok paramiliter Rapid Support Forces (RSF) di wilayah Jarjira, Darfur Utara.
Dalam pernyataannya pada Senin kemarin, Joint Force of Armed Movements menyebut pasukan Sudan yang didukung kelompok gabungan serta milisi lokal berhasil memukul mundur serangan RSF pada Minggu malam. Langkah itu diklaim mencegah RSF memperluas penguasaan wilayah di sekitar Jarjira.
Mengutip Anadolu, Selasa, 13 Januari 2026, pasukan gabungan tersebut mengklaim telah menimbulkan kerugian besar bagi RSF, baik dari sisi personel maupun perlengkapan militer, serta menangkap sejumlah anggota kelompok paramiliter itu selama bentrokan berlangsung.
Namun, menurut pernyataan pasukan gabungan, elemen RSF yang mundur justru melakukan tindakan yang disebut sebagai kejahatan terhadap warga sipil, termasuk pembunuhan dan penculikan. Akibatnya, sedikitnya 19 warga sipil dilaporkan tewas.
Secara terpisah, Justice and Equality Movement (JEM), salah satu faksi utama dalam pasukan gabungan, melaporkan enam anggotanya tewas dalam pertempuran di wilayah Jarjira.
Dalam insiden lain, Sudan Doctors Network melaporkan lima warga sipil tewas dan 13 lainnya terluka akibat serangan RSF terhadap sebuah pasar di Kota Kartala, Kordofan Selatan. Kelompok medis tersebut menyebut serangan dilakukan menggunakan drone pada Minggu dan menegaskan seluruh korban merupakan warga sipil.
Sudan Doctors Network mengecam keras serangan tersebut dan menyebutnya sebagai pelanggaran berat hukum humaniter internasional. Mereka menyerukan Perserikatan Bangsa-Bangsa serta komunitas internasional untuk segera mengambil langkah melindungi warga sipil dan menekan RSF agar menghentikan serangan terhadap pasar serta kawasan permukiman.
Hingga kini, belum ada tanggapan resmi dari pihak RSF terkait tudingan tersebut. Pada Sabtu, kelompok paramiliter itu justru mengklaim telah menguasai wilayah Jarjira melalui video yang diunggah di Telegram.
Saat ini, RSF dilaporkan menguasai empat dari lima negara bagian di kawasan Darfur, kecuali sebagian wilayah Darfur Utara yang masih berada di bawah kendali Tentara Sudan. Sementara itu, militer Sudan mengendalikan sebagian besar wilayah di 13 negara bagian lainnya, termasuk ibu kota Khartoum.
Konflik bersenjata antara Tentara Sudan dan RSF yang meletus sejak April 2023 telah menewaskan ribuan orang serta memaksa jutaan warga mengungsi, menjadikannya salah satu krisis kemanusiaan terburuk di dunia saat ini.
Baca juga: Pemerintah Sudan Resmi Kembali Berkantor di Ibu Kota usai Dua Tahun Perang