Global Affairs Canada–IIX Dorong Akses Permodalan UMKM Perempuan di Indonesia

Global Affairs Canada dan IIX meluncurkan program IIRI untuk memperluas akses permodalan dan kesiapan investasi UMKM berfokus perempuan di Indonesia. (Global Affairs Canada)

Global Affairs Canada–IIX Dorong Akses Permodalan UMKM Perempuan di Indonesia

Willy Haryono • 13 January 2026 15:00

Jakarta: Global Affairs Canada (GAC) dan Impact Investment Exchange (IIX) resmi meluncurkan program Impact Investment Readiness in Indonesia (IIRI), sebuah inisiatif lima tahun yang bertujuan memperluas akses permodalan bagi usaha berdampak yang berfokus pada perempuan di sejumlah provinsi terpilih di Indonesia.

Program ini dirancang untuk memperkuat kapasitas usaha melalui pelatihan bisnis dan keuangan yang disesuaikan dengan konteks lokal, dukungan kesiapan investasi yang terarah, serta penguatan kemitraan ekosistem guna menghubungkan pelaku usaha dengan investor dan lembaga keuangan. Melalui pendekatan tersebut, IIRI diharapkan dapat membantu usaha berkembang, menarik investasi, serta memperluas peluang perdagangan.

Dalam siaran pers yang diterima Metrotvnews.com, Selasa, 13 Januari 2026, peluncuran program dihadiri oleh Sekretaris Negara Kanada untuk Pembangunan Internasional Randeep Sarai bersama Pendiri dan CEO IIX Durreen Shahnaz, sebagai bentuk komitmen Kanada dalam mendorong pertumbuhan inklusif dan kesetaraan gender di Indonesia.

Menurut Sarai, kemitraan ini bertujuan memberikan bantuan teknis sekaligus menarik investasi bagi usaha yang memberdayakan perempuan, khususnya usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) yang dinilai memiliki peran vital dalam pembangunan berkelanjutan Indonesia. Inisiatif tersebut juga mencerminkan komitmen Kanada terhadap bantuan internasional yang inklusif serta penguatan kerja sama bilateral Indonesia-Kanada.

Indonesia saat ini memiliki lebih dari 65 juta UMKM yang menyumbang sekitar 60 persen terhadap produk domestik bruto (PDB), dengan usaha milik perempuan mencakup sekitar 64,5 persen dari total pelaku usaha.

Namun, masih terdapat kesenjangan pembiayaan yang besar, sementara banyak usaha belum memiliki kesiapan bisnis, model keuangan, dan data dampak yang memadai untuk mengakses permodalan secara efektif.

Selain tantangan kesiapan usaha, aliran investasi juga masih terkonsentrasi di wilayah tertentu seperti Jawa dan Bali, sehingga UMKM di berbagai provinsi lain menghadapi keterbatasan pendanaan dan akses sumber daya. Program IIRI diarahkan untuk membantu mengatasi ketimpangan tersebut sekaligus mendukung visi pembangunan jangka panjang Indonesia menuju Visi Emas 2045.

IIX menyatakan program IIRI dibangun di atas kerja transformasional yang telah berlangsung di Indonesia, termasuk kolaborasi dengan pemerintah, regulator, dan sektor swasta dalam memajukan ekosistem UMKM dan investasi berdampak.

Melalui program ini, IIX menargetkan penguatan kapasitas pelaku usaha perempuan agar mampu mengakses dan memanfaatkan modal secara berkelanjutan guna mendorong pertumbuhan ekonomi yang inklusif dan berdaya tahan.

Baca juga:  APF Kanada Dorong Kemitraan Ketahanan Pangan lewat 'Momentum Jakarta'

Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow  akun
Google News Metrotvnews.com
(Willy Haryono)