Kepala Kantor SAR Pencarian dan Pertolongan atau Basarnas Palu Muh Rizal (kiri) memberikan keterangan terkait langkah penanganan pascagenpa magnitudo 6,7 mengguncang Kota Palu dan sekitaran pada Selasa, 16 Juni 2026. ANTARA/HO-Humas Kansar Palu
Basarnas dan BPBD Siapkan Tenda Darurat di RS Undata Pasca-Gempa Palu
Silvana Febiari • 16 June 2026 17:46
Palu: Basarnas dan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) menyiapkan tenda darurat di kawasan Rumah Sakit (RS) Undata Palu, Sulawesi Tengah. Langkah tersebut dilakukan setelah gempa magnitudo 6,7 mengguncang Kota Palu dan sekitarnya.
"Langkah ini dilakukan guna mengantisipasi kondisi mendesak, sekaligus langkah mitigasi oleh pemerintah," kata Kepala Kantor SAR Pencarian dan Pertolongan (Kansar) Palu atau Basarnas Muh Rizal, dilansir dari Antara, Selasa, 16 Juni 2026.
Dari hasil pemantauan lapangan, terdapat kerusakan pada bagian plafon auditorium Universitas Tadulako Palu akibat guncangan gempa. Sementara hasil koordinasi dengan sejumlah pihak melaporkan belum ada kerusakan material yang signifikan di Kota Palu dan kondisi masyarakat masih aman.
Baca Juga :
Bupati Sigi Tinjau Kondisi Warga Terdampak Gempa
"Belum ada laporan korban jiwa dari peristiwa itu. Pendataan warga terdampak gempa terus dilakukan oleh tim reaksi cepat (TRC)," ujarnya.
Berdasarkan rilis Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) titik koordinat gempa 1,04 LS - 120,23 BT atau 42 kilometer arah Tenggara Kota Palu dengan kedalaman 10 kilometer. Guncangan gempa menyebabkan kepanikan masyarakat yang berhamburan keluar rumah, maupun bangunan untuk menyelamatkan diri.
.jpg)
Gempa bumi tektonik berkekuatan magnitudo 6,7 mengguncang Kota Palu, Sulawesi Tengah. ANTARA/HO-HO-Tangkapan layar laman BMKG
BMKG menegaskan gempa tidak berpotensi tsunami, karena pusat gempa berada di darat. Gempa dirasakan cukup kuat di sejumlah wilayah terdampak yakni Kota Palu, Kabupaten Sigi, Parigi Moutong, Poso, dan Tojo Una-Una.
"Kami meminta masyarakat tidak panik dan selalu memperbaharui informasi dari pemerintah. Kami juga meminta masyarakat menyaring informasi di media sosial supaya tidak terjebak hoaks," ucap Rizal.
Data sementara dari BPBD Sulawesi Tengah mencatat delapan orang menjadi korban akibat gempa. Dua warga Desa Kamarora mengalami luka berat berupa patah tulang dan benturan kepala, sementara enam lainnya mengalami luka ringan di Kabupaten Sigi.