Dua Pemancing Hanyut di Sungai Kalijajar Demak Ditemukan Tak Bernyawa

Tim SAR gabungan mengevakuasi satu korban tenggelam di Bendungan Karet Sungai Kalijajar Demak. Metrotvnews.com/Istimewa

Dua Pemancing Hanyut di Sungai Kalijajar Demak Ditemukan Tak Bernyawa

Rhobi Shani • 10 June 2026 19:03

Demak: Basarnas Pos SAR Jepara bersama tim SAR gabungan berhasil mengevakuasi dua pemancing yang tenggelam di kawasan Bendung Karet Sungai Kalijajar, Desa Jatirogo, Kecamatan Bonang, Kabupaten Demak. Keduanya ditemukan tak bernyawa usai hanyut pada Senin, 8 Juni 2026, malam. 

Kepala Kantor SAR Semarang, Budiono, menuturkan korban Budi Santoso sebelumnya telah ditemukan pada pukul 13.15 WIB dalam kondisi meninggal dunia, Selasa, 9 Juni 2026. Korban kedua bernama Muklisin, ditemukan dalam kondisi meninggal dunia sekitar pukul 07.45 WIB, Rabu, 10 Juni 2026 .

“Benar korban atas nama Bapak Muklisin telah ditemukan tim dalam keadaan meninggal dunia di jarak kurang lebih 750 meter ke arah utara dari lokasi awal kejadian,” ungkap Budiono di Demak.
 


Budi Santoso (46) merupakan warga Betokan, Krajan RT 2 RW 1, Kabupaten Demak. Sementara Muklisin (60) merupakan warga Desa Pasuruan Lor RT 1 RW 5, Kecamatan Jati, Kabupaten Kudus. 

Ia menerangkan, korban ditemukan dalam posisi mengambang di pinggir sungai setelah dilakukan penyisiran dari titik lokasi awal. Setelah dievakuasi, lanjut dia, korban langsung diserahkan ke pihak keluarga. 

Sebelumnya, Basarnas Pos SAR Jepara bersama tim SAR gabungan melakukan operasi pencarian terhadap dua pemancing yang dilaporkan tenggelam pada Senin, 8 Juni 2026, malam. 

Saat itu, korban bernama Budi Santoso memilih memancing di bagian tengah bendung yang terbuat dari karet berisi udara. Namun sekitar pukul 23.30 WIB, genset yang berfungsi memompa udara ke bendung karet tiba-tiba mati sehingga bendung perlahan mengempis.


Ilustrasi korban tenggelam. (Metrotvnews.com)


Menyadari kondisi tersebut, korban berupaya kembali ke tepian sungai. Namun ketika berjalan di atas bantalan karet bendung, ia terpeleset dan hanyut tenggelam. 

Muklisin yang melihat kejadian itu berusaha memberikan pertolongan. Namun nahas, ia juga terpeleset dan ikut terseret arus sungai yang memiliki kedalaman sekitar empat meter.

"Terimakasih atas usaha tim SAR gabungan sehingga korban lekas ditemukan. Kami mengimbau kepada masyarakat untuk dapat lebih berhati-hati lagi bila melakukan aktivitas di perairahn. Utamakan keselamatan," tutup Budiono.

(Silvana Febiari)