Para milisi Georgia berunjuk rasa menentang Rusia di Ukraina. (Anadolu Agency)
Empat Negara Eropa Peringatkan Rusia agar Tidak Aneksasi Penuh Ossetia Selatan
Willy Haryono • 8 August 2026 19:11
London: Inggris, Prancis, Jerman, dan Italia mengeluarkan pernyataan bersama pada Sabtu, 8 Agustus 2026, bertepatan dengan peringatan 18 tahun Perang Rusia-Georgia 2008.
Keempat negara tersebut memperingatkan Rusia agar tidak melakukan aneksasi penuh terhadap wilayah Ossetia Selatan yang memisahkan diri dari Georgia.
Dalam pernyataan gabungan, keempat pemerintahan Eropa menyampaikan keprihatinan atas perkembangan terbaru di wilayah tersebut, termasuk penandatanganan perjanjian pendalaman aliansi dan kerja sama antara Rusia dengan otoritas de facto Ossetia Selatan pada 9 Mei 2026, serta pengangkatan seorang warga negara Rusia sebagai pemimpin wilayah itu.
Menurut mereka, langkah-langkah administratif dan politik tersebut meningkatkan risiko aneksasi penuh Ossetia Selatan oleh Rusia.
Inggris, Prancis, Jerman, dan Italia menegaskan bahwa perkembangan semacam itu tidak akan dibiarkan tanpa respons dari komunitas internasional.
Dikutip dari Kyiv Post, keempat negara juga kembali mengecam keberadaan militer Rusia serta meningkatnya militerisasi di Abkhazia dan Ossetia Selatan. Mereka menilai tindakan tersebut melanggar hukum internasional dan bertentangan dengan kewajiban Rusia berdasarkan perjanjian gencatan senjata Agustus 2008.
Desak Rusia Patuhi Putusan ECHR
Dalam pernyataan bersama itu, keempat negara turut menyinggung putusan Pengadilan Hak Asasi Manusia Eropa (ECHR) pada Oktober 2025 yang menyatakan Rusia bertanggung jawab atas berbagai pelanggaran sistematis di wilayah pendudukan Georgia.Pelanggaran tersebut mencakup penggunaan kekuatan secara berlebihan, perlakuan tidak manusiawi, penahanan sewenang-wenang, serta pembatasan kebebasan bergerak.
Mereka mendesak Moskow mematuhi putusan ECHR dan memenuhi komitmen yang disepakati dalam perjanjian gencatan senjata pada Agustus dan September 2008.
Keempat negara juga menyambut keputusan Nauru yang mencabut pengakuannya terhadap apa yang disebut sebagai kemerdekaan Abkhazia dan Ossetia Selatan. Mereka mendorong negara-negara lain yang masih menjalin hubungan diplomatik dengan kedua wilayah tersebut untuk mengambil langkah serupa.
Pernyataan itu diakhiri dengan penegasan dukungan terhadap Geneva International Discussions serta mandat European Union Monitoring Mission (EUMM) di Georgia.
Sementara itu, di bidang ekonomi, kilang minyak Kulevi di Georgia mulai mengurangi ketergantungan terhadap minyak mentah Rusia sebagai bagian dari transisi menyusul paket sanksi terbaru Uni Eropa yang memberikan masa penyesuaian hingga Januari 2027 untuk menghentikan penggunaan pasokan minyak asal Rusia.
Baca juga: AS Ogah Ikut PBB Kecam Perang Rusia-Georgia pada 2008