Ganti Nama, Karya Pacific Energy Siap Genjot Bisnis Batu Bara

Ilustrasi pertambangan baru bara. Foto: dok istimewa.

Ganti Nama, Karya Pacific Energy Siap Genjot Bisnis Batu Bara

Ade Hapsari Lestarini • 10 August 2026 16:48

Jakarta: PT Karya Pacific Energy Tbk (IATA) terus mengoptimalkan produksi batu bara sembari menanti hasil evaluasi dari Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) atas pengajuan revisi Rencana Kerja dan Anggaran Biaya (RKAB) pada 2026.

"Integrasi ke dalam ekosistem Karya Pacific Group memberikan daya dukung operasional yang kuat bagi perseroan di bidang pertambangan, logistik, dan infrastruktur," kata Presiden Direktur IATA, Suryo Eko Hadianto, dalam konferensi pers IATA, Senin, 10 Agustus 2026.

Sinergi ini mencakup kepemilikan infrastruktur strategis seperti coal loading port atau jetty, jembatan timbang, dan jalan angkut (hauling road).

Selain itu, perseroan didukung oleh kapasitas kontraktor pertambangan lengkap, mulai dari land clearing, pemindahan overburden, coal getting, pemeliharaan jalan, manajemen stockpile, hingga reklamasi pascatambang, serta armada peralatan berat dan kendaraan operasional yang memadai.

Saat ini, Karya Pacific Energy mengelola tiga Izin Usaha Pertambangan (IUP) yang telah beroperasi aktif, yakni IUP PT Putra Muba Coal (PMC), IUP PT Arthaco Prima Energy (APE), dan IUP PT Indonesia Batu Prima Energi (IBPE).

Ketiga konsesi pertambangan tersebut secara akumulatif memiliki total sumber daya batu bara mencapai 598 juta MT dan total cadangan (reserves) batu bara sebesar 288 juta MT.
 




Karya Pacific Energy ubah logo perusahaan. Foto: dok Karya Pacific Energy.
 

Transformasi identitas korporasi


Di sisi lain, perseroan resmi memperkenalkan logo baru perusahaan sebagai bagian dari transformasi identitas korporasi. Perubahan logo ini merupakan kelanjutan dari pergantian nama perseroan yang sebelumnya bernama PT MNC Energy Investments Tbk, sebagaimana telah disetujui pemegang saham dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) pada 22 Juni 2026.

Identitas visual baru ini mencerminkan visi, semangat, serta arah strategis perseroan di bawah naungan pengendali baru untuk bertumbuh menjadi perusahaan energi yang adaptif, terpercaya, berdaya saing, serta berkomitmen pada tanggung jawab sosial dan kelestarian lingkungan.

Suryo menyampaikan optimismenya terhadap fase pertumbuhan baru perseroan bersama ekosistem pendukung yang lebih solid.

"Transformasi identitas ini merupakan tonggak penting dalam perjalanan Perseroan menuju fase pertumbuhan berikutnya. Dengan dukungan pengendali baru, Perseroan optimistis dapat memperkuat kapabilitas usaha dengan memanfaatkan integrasi dalam ekosistem Karya Pacific Group pada seluruh kegiatan operasional Perseroan, sehingga meningkatkan efisiensi dan efektivitas usaha. Selain itu, kami terus berkomitmen menciptakan nilai tambah dan menciptakan pertumbuhan yang berkelanjutan," ujar Suryo.

Manajemen menegaskan perubahan logo tidak memengaruhi aktivitas operasional maupun komitmen perseroan kepada mitra bisnis, pelanggan, investor, dan kreditur. Penerapan logo baru akan dilakukan secara bertahap pada media komunikasi, dokumen resmi, platform digital, hingga aset korporasi lainnya.

Logo baru Karya Pacific Energy dirancang dengan filosofi yang mendalam mengenai nilai keberlanjutan, ekspansi, dan pertumbuhan. Bentuk grafik yang mengarah ke atas melambangkan semangat pertumbuhan berkesinambungan, pola pikir visioner, serta komitmen membangun masa depan yang lebih kuat.

Sementara itu, gradasi warna hijau merepresentasikan transformasi energi yang membawa manfaat, harapan, inovasi, dan kemajuan yang berkelanjutan.

(Ade Hapsari Lestarini)