Prabowo: Pembangunan Ekonomi Indonesia Harus Sesuai Nilai Pancasila

Presiden Prabowo Subianto dalam upacara peringatan Hari Lahir Pancasila di Gedung Pancasila, Jakarta. Dok. Tangakapn layar

Prabowo: Pembangunan Ekonomi Indonesia Harus Sesuai Nilai Pancasila

Achmad Zulfikar Fazli • 1 June 2026 12:11

Jakarta: Presiden Prabowo Subianto menjelaskan bangsa Indonesia masih memiliki tantangan besar dalam membangun sistem ekonomi nasional. Tantangan tersebut ialah memastikan pembangunan ekonomi harus sesuai nilai-nilai Pancasila.

“Salah satu tantangan besar bangsa Indonesia hari ini adalah memastikan bahwa pembangunan ekonomi kita benar-benar berjalan sesuai dengan nilai-nilai Pancasila. Marilah kita selalu jujur kepada diri kita sendiri. Kita mengakui kelemahan-kelemahan dan kesulitan-kesulitan yang kita hadapi,” ujar Prabowo

Prabowo mengakui selama beberapa dasawarsa terakhir, ekonomi Indonesia memang tumbuh. Namun, semua belum dirasakan seluruh masyarakat Indonesia.

“Selama beberapa dasawarsa terakhir, Indonesia ekonominya memang tumbuh. Tapi apakah pertumbuhan itu sudah merata? Sudah dirasakan oleh seluruh rakyat Indonesia secara adil? Marilah kita jujur melihat kenyataan yang kita hadapi sekarang,” ujar dia.

Indonesia Produsen Besar Komoditas Penting

Prabowo mengatakan Indonesia memiliki sumber daya alam (SDA) yang luar biasa kaya. Indonesia adalah salah satu produsen terbesar komoditas-komoditas penting yang dibutuhkan dunia modern dan dibutuhkan teknologi tinggi.

“Kita salah satu produsen terbesar, mineral-mineral penting, tembaga, timah, emas, logam tanah jarang. Kita produsen kelapa sawit, batu bara, nikel, komoditas-komoditas pertanian lainnya yang sangat penting. Dan sekarang kita sudah swasembada pangan, di mana banyak negara menghadapi kesulitan, kita sudah lebih siap,” ujar dia.

Namun, kata dia, terlalu lama kekayaan SDA Indonesia tidak sepenuhnya bisa dimanfaatkan untuk kemakmuran rakyat. Terlalu lama sebagian nilai tambah atas sumber daya Indonesia dinikmati di luar negeri.

“Terlalu lama rakyat kita hanya menjadi penonton di atas kekayaan bangsanya sendiri. Karena itulah, saya berkeyakinan bahwa tugas sejarah kita saat ini, tugas sejarah saya sebagai Presiden Republik Indonesia ke-8, sebagai mandataris rakyat yang disumpah di hadapan rakyat, adalah untuk melakukan transformasi bangsa, utamanya transformasi ekonomi nasional kita,” kata Prabowo.

Ekonomi Berdasarkan Pancasila

Presiden Prabowo menjelaskan arti dari ekonomi berdasarkan Pancasila, yakni ekonomi yang religius, ekonomi yang berperikemanusiaan, dan ekonomi yang memperkuat persatuan nasional.

“Kita percaya bahwa kekayaan alam bukan sekadar komoditas ekonomi. Kekayaan alam adalah amanah Tuhan Yang Maha Esa yang harus dikelola secara bertanggung jawab untuk sebesar-besar kemakmuran rakyat, dan untuk anak dan cucu kita, untuk masa depan, untuk generasi-generasi yang akan datang,” ujar dia.

Dia menegaskan pembangunan ekonomi tidak boleh hanya menghasilkan angka-angka statistik. Pembangunan ekonomi harus menghasilkan kehidupan yang lebih baik bagi seluruh rakyat Indonesia.

Dia mengatakan anak-anak yang paling lemah, miskin, dan tidak berdaya harus memperoleh gizinya yang cukup. Para Petani juga harus memperoleh pupuk yang tepat waktu dan harga yang benar.

“Nelayan kita harus memperoleh akses pasar yang adil dan harus dibantu dan harus diberdayakan. Para nelayan kita adalah produsen protein yang sangat penting, agar rakyat kita bisa menjadi rakyat yang kuat. Pekerja-pekerja kita harus memperoleh kesempatan penghidupan dan penghasilan yang layak. Nasib pekerja kita harus dilindungi, harus dibantu,” ujar dia.

Pancasila. Dok BPIP

Prabowo menambahkan ekonomi Indonesia harus berpihak kepada kepentingan nasional dan kepentingan rakyat. Ekonomi Indonesia tidak boleh hanya menguntungkan segelintir orang saja.

“Sudah terlalu lama harga berbagai kekayaan alam kita ditentukan oleh pihak lain, ditentukan di negara lain. Sudah terlalu lama sebagian keuntungan dari sumber daya alam mengalir ke luar negeri dan tidak tinggal di Indonesia. Karena itu, pemerintah menentukan ekspor sumber daya alam satu pintu,” ujar dia.

Prabowo mengatakan pemerintah juga harus melakukan investasi besar di bidang hilirisasi berdasarkan nilai tambah. Pemerintah harus memperkuat pengelolaan devisa hasil ekspor dan memastikan kekayaan Indonesia memberi manfaat sebesar-besarnya kepada seluruh rakyat Indonesia.

Rakyat Jadi Pelaku Utama Pembangunan

Prabowo menilai ekonomi Pancasila juga merupakan ekonomi yang egaliter dan kerakyatan. Ekonomi Indonesia berdasarkan rancang bangun strategi yang dibuat oleh pendiri-pendiri bangsa, seperi Bung Karno, Mochamad Hatta (Bung Hatta), Sutan Sjahrir (Bung Sjahri)r, dan semua pendiri-pendiri bangsa Indonesia.

“Tertuang dengan sangat jelas dalam Pasal 33 Undang-Undang Dasar 1945, di mana sangat jelas diamanatkan bahwa perekonomian Indonesia disusun sebagai usaha bersama berdasarkan asas kekeluargaan. Karena itu, koperasi harus diperkuat, koperasi harus bangkit. Koperasi adalah salah satu alat untuk mengangkat rakyat kita dari keadaan kemiskinan dan ketidakberdayaan. Usaha kecil dan menengah harus kita perkuat, dan desa harus menjadi pusat pertumbuhan ekonomi baru,” ujar dia.

Oleh karena itu, rakyat harus menjadi pelaku utama dari pembangunan, bukan sekadar objek pembangunan, apalagi hanya menjadi alat pembangunan.

“Kelima, ekonomi kita adalah ekonomi yang berkeadilan sosial. Inilah tujuan dari seluruh perjuangan kita. Pertumbuhan ekonomi harus disertai pemerataan. Kemajuan harus dirasakan oleh seluruh rakyat Indonesia,” ujar Prabowo.

Atas dasar itu, lanjut dia, pemerintah saat ini melakukan berbagai langkah transformasi. Tidak hanya bicara pembangunan, tapi sekarang bangsa Indonesia punya cita-cita yang lebih berani.

Pemerintah sedang dan akan menjalankan terus strategi transformasi bangsa. Strategi utama sesungguhnya adalah transformasi menuju haluan yang sejalan dengan Pancasila.

“Kita memperkuat hilirisasi sumber daya alam, kita membangun ketahanan pangan nasional, kita memperkuat koperasi dan ekonomi desa. Kita terus memberi makan bergizi gratis untuk membangun generasi Indonesia yang sehat dan unggul dan cerdas. Kita memperkuat pendidikan, kesehatan, dan pembangunan manusia. Kita memperbaiki tata kelola agar kekayaan bangsa tidak terus bocor dan tidak terus mengalir ke luar negeri,” beber Prabowo.

(Achmad Zulfikar Fazli)