Ilustrasi banjir. Dok. Metrotvnews.com
Warga Pesisir Utara Jakarta Diimbau Waspada Banjir Rob hingga 5 Juni
Muhammad Iqbal Sidiq • 28 May 2026 14:31
Jakarta: Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DKI Jakarta mengeluarkan peringatan dini terkait potensi banjir rob yang diprediksi melanda kawasan utara Jakarta. Fenomena alam ini dipicu fase Bulan Purnama dan lonjakan pasang maksimum air laut dalam beberapa hari ke depan.
"Adanya fenomena pasang maksimum air laut yang bersamaan dengan fase Bulan Purnama pada tanggal 31 Mei 2026, berpotensi meningkatkan ketinggian pasang air laut maksimum berupa banjir pesisir atau rob di wilayah pesisir utara Jakarta," tulis laman BPBD DKI Jakarta, Kamis, 28 Mei 2026.
Berdasarkan pemetaan cuaca, banjir rob berpotensi berlangsung selama 10 hari, terhitung sejak 27 Mei hingga 5 Juni 2026. Puncak pasang maksimum air laut diprediksi terjadi pada malam hari, antara pukul 19.00 WIB hingga 00.00 WIB.
Sejumlah wilayah dinilai memiliki kerawanan tinggi terdampak luapan air laut. Kawasan tersebut meliputi Kamal Muara, Kapuk Muara, Penjaringan, Pluit, Ancol, Kamal, Marunda, Cilincing, Kalibaru, Muara Angke, Tanjung Priok, hingga wilayah Kepulauan Seribu.

Waspada banjir rob. Dok. tangkapan layar laman BPBD DKI Jakarta
Baca Juga:
AHY Berharap Giant Sea Wall Mulai Digarap Tahun Depan |
BPBD DKI Jakarta meminta masyarakat yang tinggal di pesisir pantai utara untuk meningkatkan kesiapsiagaan. Warga diimbau rutin memantau perubahan cuaca, menghindari aktivitas di zona risiko tinggi, serta memastikan sistem drainase berfungsi dengan baik.
Masyarakat juga dapat memperbarui informasi berkala mengenai gelombang air laut melalui kanal resmi pemerintah. Jika situasi di lapangan mulai memburuk, warga diminta segera melakukan pengamanan mandiri.
"Bila menemukan keadaan darurat yang membutuhkan pertolongan, segera hubungi Call Center Jakarta 112," tulis laman BPBD DKI Jakarta.