Pacific Partnership 2026 menutup misi dua pekan di Sibolga. (Kedutaan Besar dan Konsulat Amerika Serikat)
Pacific Partnership 2026 Rampungkan Misi Kemanusiaan di Sibolga
Willy Haryono • 4 August 2026 18:32
Sibolga: Misi Pacific Partnership 2026 (PP26) resmi merampungkan rangkaian kegiatannya di Kota Sibolga dan wilayah sekitarnya di Kabupaten Tapanuli Tengah, Sumatera Utara, melalui upacara penutupan di Lapangan Simare-Mare pada 30 Juli 2026.
Selama dua pekan pelaksanaan, misi bantuan kemanusiaan dan kesiapsiagaan bencana multinasional terbesar Angkatan Laut Amerika Serikat di kawasan Indo-Pasifik itu melibatkan sekitar 150 personel militer AS, bersama personel Angkatan Pertahanan Australia, Angkatan Bersenjata Kanada, Angkatan Bersenjata Jerman, dan Angkatan Bersenjata Singapura.
Seluruh personel bekerja sama dengan Tentara Nasional Indonesia (TNI), para ahli, serta masyarakat Indonesia dalam empat bidang utama, yakni konstruksi, manajemen bencana, pelayanan kesehatan, dan kegiatan pengabdian kepada masyarakat.
"Misi ini bukan hanya tentang pelatihan dan interaksi; misi ini juga tentang orang-orangnya," kata Letnan Angkatan Laut AS Macswayne Muralt, perwira yang memimpin pelaksanaan Pacific Partnership 2026 di Indonesia.
"Sebagai warga Amerika keturunan Tionghoa-Indonesia, merupakan suatu kehormatan bagi saya untuk bekerja bersama TNI dan mitra-mitra Indonesia, memperkuat hubungan yang membantu masyarakat kita bersama-sama mempersiapkan diri menghadapi tantangan di masa depan," lanjutnya, dalam keterangan di situs Kedutaan Besar dan Konsulat AS, Selasa, 4 Agustus 2026.
Bangun Sekolah dan Latihan Penanggulangan Bencana
Sebagai bagian dari kegiatan, personel Seabee Angkatan Laut AS dari Naval Mobile Construction Battalion 5 dan Amphibious Construction Battalion 1, prajurit 230th Engineer Company dari Hawaii National Guard, serta personel zeni TNI membangun ruang kelas baru di sebuah sekolah dasar negeri serta merenovasi ruang kelas di sekolah lainnya.Program tersebut bertujuan menciptakan lingkungan belajar yang lebih aman dan nyaman bagi para siswa.
Di bidang kesiapsiagaan bencana, personel Indonesia dan negara mitra menggelar pelatihan pencarian dan penyelamatan di kawasan perkotaan selama lima hari di Pangkalan TNI AL Sibolga.
Kegiatan tersebut dilanjutkan dengan penyusunan rencana penanggulangan bencana bersama Pemerintah Kota Sibolga selama dua hari.
Rangkaian latihan ditutup dengan simulasi kebakaran rumah sakit dan tabrakan kapal di Rumah Sakit Umum Pandan yang menguji respons gabungan terhadap korban massal, penyelamatan di air, dan proses evakuasi yang melibatkan personel militer serta petugas tanggap darurat sipil.
Fokus pada Kesehatan dan Pertukaran Budaya
Selain latihan teknis, Pacific Partnership 2026 juga menitikberatkan pada penguatan hubungan dengan masyarakat.Grup musik Pacific Partnership Band menggelar konser di sejumlah sekolah dan ruang publik sebagai bagian dari pertukaran budaya.
Di sektor kesehatan, tim medis Pacific Partnership menyelenggarakan 79 kegiatan, yang terdiri atas tujuh pertukaran di bidang kedokteran hewan, tujuh kegiatan kesehatan masyarakat, serta 65 pertukaran keahlian medis di bidang keperawatan, kedokteran gigi, kebidanan, bedah umum, kedokteran gawat darurat, penyakit dalam, dan oftalmologi.
Lanjut ke Misi Berikutnya
Usai upacara penutupan, para personel menaiki kapal pendarat kelas Bay milik Angkatan Laut Australia, HMAS Choules, untuk melanjutkan misi Pacific Partnership ke lokasi berikutnya.Memasuki penyelenggaraan tahun ke-22, Pacific Partnership merupakan misi tahunan multinasional terbesar di kawasan Indo-Pasifik yang berfokus pada bantuan kemanusiaan dan kesiapsiagaan bencana.
Melalui kerja sama dengan negara tuan rumah dan negara mitra, program ini bertujuan meningkatkan interoperabilitas regional, memperkuat kemampuan tanggap bencana, mendukung stabilitas kawasan, serta membangun hubungan jangka panjang di kawasan Indo-Pasifik.
Baca juga: Pacific Partnership 2026 Tiba di RI, Perkuat Kerja Sama Penanggulangan Bencana