Ada Pembangunan MRT Fase 2, Dishub DKI Rekayasa Lalin di Kawasan Stasiun Kota

Ilustrasi pembangunan MRT. Foto: Antara.

Ada Pembangunan MRT Fase 2, Dishub DKI Rekayasa Lalin di Kawasan Stasiun Kota

Anggi Tondi Martaon • 5 August 2026 22:56

Jakarta: Dinas Perhubungan (Dishub) DKI Jakarta menerapkan rekayasa lalu lintas di kawasan Stasiun Glodok dan Stasiun Kota. Rekayasa diterapkan seiring berlangsungnya pembangunan Mass Rapid Transit (MRT) Fase 2 paket kontrak CP203.

Kepala Dishub DKI Jakarta Budi Awaluddin di Jakarta, Rabu, menyampaikan bahwa rekayasa lalu lintas ini disesuaikan dengan tahapan proyek guna menjaga kelancaran lalu lintas. "Area Stasiun Kota dan Simpang Asemka berlangsung pada periode 10 Agustus 2026 sampai 15 Januari 2027," kata Budi dikutip dari Antara, Rabu, 5 Agustus 2026.

Kemudian, di Jalan Pintu Besar Selatan, lalu lintas dari utara ke selatan menggunakan sisi barat hingga Simpang Asemka. Sementara akses sisi timur melintasi area barat menuju Jalan Hayam Wuruk, khusus bagi bus Transjakarta dan akses bangunan.

Selanjutnya di simpang Asemka, pengendara dari barat ke timur maupun sebaliknya melewati lajur sisi utara area proyek pembuatan terowongan dengan penyesuaian geometrik jalan.

Terkait akses bangunan, kata Budi, ruko dan bangunan di sisi barat tetap dapat diakses melalui satu lajur yang ada sebelumnya. Jika terjadi kepadatan, ruas ini dibuka untuk kendaraan umum.

"Di area Stasiun Glodok, rekayasa dilakukan dengan mengalihkan sistem contra flow dari Jalan Gajah Mada ke sebagian Jalan Hayam Wuruk karena pergeseran area kerja ke sisi barat. Akses ke gedung sisi barat tetap disediakan satu lajur," ungkap Budi.

Budi merinci rekayasa lalu lintas dalam beberapa waktu mendatang, yaitu:
  • Stage 4.1 (10 Agustus – 9 September 2026): Penerapan contra flow di Jalan Hayam Wuruk.
  • Stage 4.2 (10 September – 9 Oktober 2026): Akses Jalan Kemurnian VI ditutup untuk pembangunan pintu masuk stasiun dan dialihkan melalui kawasan Hotel Novotel.
  • Stage 4.3 (10 Oktober 2026 – 17 Mei 2027): Akses Jalan Kemurnian VI dibuka kembali. Sebaliknya, akses Hotel Novotel ditutup. Sementara akses menuju Maxim, Jhony Steak, dan Klinik JMB dialihkan melalui Jalan Kemurnian VI dengan sistem buka-tutup.
Budi mengimbau masyarakat mencari rute alternatif. Sehingga, kemacetan dapat terhindarkan.

"Dishub DKI mengimbau pengguna jalan untuk mengandalkan rute alternatif, mematuhi rambu dan petunjuk petugas di lapangan, serta mengutamakan keselamatan. Pelaksana proyek bertanggung jawab penuh atas keamanan para pengguna jalan selama pekerjaan berlangsung," kata Budi.

(Anggi Tondi)