Foto udara dermaga di Pelabuhan Marunda, Jakarta. Foto: ANTARA FOTO/Hafidz Mubarak A/wsj.
Kemarau Sebabkan Dermaga Marunda Jakut Surut dan Kapal Nelayan Kandas
Fachri Audhia Hafiez • 3 August 2026 13:00
Jakarta: Musim kemarau menyebabkan debit air di perairan Dermaga Marunda Kepu, Jakarta Utara (Jakut), menyusut drastis. Kondisi tersebut mengakibatkan sejumlah kapal milik nelayan setempat mengalami kandas dan mengganggu aktivitas melaut.
"Sejumlah kapal nelayan kandas akibat debit air yang menyusut akibat musim kemarau," kata Kepala Suku Dinas Ketahanan Pangan, Kelautan, dan Pertanian (KPKP) Jakarta Utara, Novy Christine Palit, di Jakarta, dilansir Antara, Senin, 3 Agustus 2026.
Novy menerangkan bahwa akibat surutnya air dermaga, para nelayan terpaksa harus menarik perahu mereka secara manual ke perairan yang lebih dalam sebelum bisa berlayar. Sudin KPKP akan segera berkoordinasi dengan Sudin Sumber Daya Air (SDA) Jakarta Utara guna melakukan pengerukan lumpur di lokasi tersebut.
"Tujuannya agar aktivitas nelayan kembali lancar," ujar Novy.

Ilustrasi nelayan. Foto: Metrotvnews.com/Rhobi Shani.
Meski aktivitas pelayaran sempat terkendala oleh kondisi dermaga yang surut, Novy memastikan bahwa hasil tangkapan para nelayan selama musim kemarau sejauh ini masih relatif stabil. "Hasil tangkapan nelayan, khususnya rajungan yang ditangkap menggunakan bubu, masih cukup baik," kata Novy.
Dampak musim kemarau diprediksi berlangsung hingga September 2026. Suku Dinas KPKP Jakarta Utara terus menggiatkan pendampingan intensif bagi para petani dan nelayan di wilayah setempat untuk mengantisipasi dampak kemarau.
"Kami terus memberikan pendampingan kepada petani dan nelayan agar mampu beradaptasi dengan kondisi cuaca ekstrem," kata Novy.