Legislator Minta Mitigasi Risiko Ketat di Misi UNIFIL untuk Cegah Tragedi Terulang

Anggota Komisi I DPR RI Amelia Anggraini. ANTARA

Legislator Minta Mitigasi Risiko Ketat di Misi UNIFIL untuk Cegah Tragedi Terulang

Gabriella Thesa Widiari • 15 May 2026 12:07

Jakarta: Anggota Komisi I DPR RI Amelia Anggraini meminta pemerintah melakukan mitigasi risiko secara menyeluruh sebelum memberangkatkan 780 prajurit ke misi perdamaian PBB di Lebanon (UNIFIL). Hal ini untuk memastikan keselamatan pasukan.

"Ini penting, karena jangan sampai peristiwa yang beberapa bulan lalu terjadi lagi dan menimpa prajurit kita yang sedang melaksanakan misi perdamaian PBB," kata Amelia, dilansir dari Antara, Jumat, 15 Mei 2026.
 


Dia mengatakan, mitigasi harus dilakukan secara terukur. Mulai dari kesiapan personel, dukungan logistik, sistem perlindungan pasukan, hingga skenario evakuasi darurat apabila situasi keamanan di Lebanon mengalami eskalasi lebih lanjut.

Selain itu, pengiriman prajurit TNI ke Lebanon untuk bertugas dalam misi UNIFIL harus didukung dengan info intelijen yang memadai. Sebab menurutnya, dinamika keamanan di perbatasan Israel-Lebanon masih sangat fluktuatif dan memerlukan pengawasan serta evaluasi berkala terhadap tingkat ancaman di lapangan.

"Kami di Komisi I DPR RI mendukung langkah pemerintah terutama Kementerian Pertahanan dan TNI untuk terlibat dalam misi-misi perdamaian dunia yang dilakukan oleh PBB," kata Amelia.


Ilustrasi TNI. Medcom

Sebelumnya, Menteri Luar Negeri RI Sugiono menyampaikan bahwa Indonesia akan mengirimkan 780 orang dari Tentara Nasional Indonesia (TNI) ke Pasukan Sementara PBB di Lebanon (UNIFIL) pada 22 Mei 2026.

“Tanggal 22 (Mei 2026) rencananya. (Sebanyak) 780 orang (prajurit TNI berangkat ke UNIFIL),” kata Sugiono yang ditemui setelah pernyataan pers bersama antara Indonesia dan Singapura di Jakarta, Selasa, 12 Mei 2026.

Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow  akun
Google News Metrotvnews.com
(Gabriella Thesa Widiari)