Menhaj Ungkap Alasan Petugas Haji 2026 Dilatih Semimiliter

Menteri Haji dan Umrah Mochamad Irfan Yusuf. Foto: Dok. Kementerian Haji dan Umrah

Menhaj Ungkap Alasan Petugas Haji 2026 Dilatih Semimiliter

Ficky Ramadhan • 21 January 2026 15:20

Jakarta: Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) menyiapkan calon petugas haji 2026 melalui pendidikan dan pelatihan (diklat) dengan pendekatan semimiliter. Langkah ini ditempuh untuk membentuk petugas yang profesional, disiplin, serta memiliki kesiapan fisik dan mental dalam melayani jemaah haji di Tanah Suci.

Menteri Haji dan Umrah (Menhaj), Mochammad Irfan atau Gus Irfan, menjelaskan pendekatan tersebut diperlukan agar petugas mampu menghadapi berbagai tantangan selama penyelenggaraan ibadah haji.

"Kita membutuhkan mereka siap secara fisik, siap secara disiplin, dan juga kita memerlukan pemahaman medan bagi para calon petugas haji kita," kata Gus Irfan dalam Rapat Kerja (Raker) bersama Komisi VIII DPR, Jakarta, Rabu, 21 Januari 2026.

Menurut dia, pembinaan petugas haji tidak hanya menitikberatkan pada penguasaan teknis lapangan, tetapi pada penguatan kualitas sumber daya manusia (SDM). Selain itu, Menhaj mendorong kolaborasi lintas sektor serta peningkatan kompetensi pelayanan jemaah, khususnya di Arab Saudi.

"Petugas haji harus profesional dalam melayani jemaah. Itu meliputi pembinaan SDM, kolaborasi lintas sektor, dan penguatan kompetensi pelayanan di Tanah Suci," ujar dia.
 

Baca Juga: 

Wamenhaj Jawab Kritik Penerapan Semimiliter Diklat Petugas Haji



Ilustrasi haji. Foto- Dok. Kemenag

Sebagai bagian dari persiapan, Kementerian Haji dan Umrah menyelenggarakan Training of Trainer (ToT) bagi para fasilitator Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Arab Saudi dan PPIH embarkasi. Kegiatan tersebut berlangsung selama empat hari, yakni 5 hingga 8 Januari 2026.

Menhaj tengah melaksanakan pendidikan dan pelatihan bagi 1.636 calon petugas haji yang tergabung dalam PPIH Arab Saudi. Diklat tersebut dipusatkan di Asrama Haji Pondok Gede.

Pelatihan dirancang dalam dua tahap dengan metode semimiliter. Tahap pertama dilakukan secara luring pada 10 hingga 30 Januari 2026, dilanjutkan dengan sesi daring pada 2 hingga 8 Februari 2026.

Program ini diharapkan mampu membekali petugas haji dengan kesiapan menyeluruh sebelum bertugas melayani jemaah Indonesia di Tanah Suci.

Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow  akun
Google News Metrotvnews.com
(Achmad Zulfikar Fazli)