Presiden AS Donald Trump. (Anadolu Agency)
Trump Tegaskan Iran Akan 'Dihapus dari Muka Bumi' Jika Dirinya Dibunuh
Muhammad Reyhansyah • 21 January 2026 15:37
Washington: Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump kembali melontarkan peringatan keras kepada Iran dengan menyatakan bahwa negara tersebut akan “dihapus dari muka bumi” jika Teheran berhasil membunuh dirinya.
Dalam eskalasi retorika yang semakin tajam, AS dan Iran sama-sama mengisyaratkan ancaman perang berskala besar apabila terjadi serangan terhadap pemimpin masing-masing negara.
Trump menyampaikan pernyataan itu dalam wawancara dengan News Nation yang ditayangkan pada Selasa, saat menanggapi pertanyaan mengenai potensi ancaman terhadap keselamatan dirinya.
“Saya memiliki instruksi yang sangat tegas. Jika sesuatu terjadi (pada saya), mereka akan dihapus dari muka bumi,” ujar Trump, dikutip dari Channel News Asia, Rabu, 21 Januari 2026.
Sebelumnya di hari yang sama, menanggapi kemungkinan ancaman terhadap Pemimpin Tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei, Jenderal Iran Abolfazl Shekarchi mengatakan Trump telah memahami bahwa Teheran tidak akan menahan diri jika situasinya berbalik.
“Trump tahu bahwa jika ada tangan agresi yang diarahkan kepada pemimpin kami, kami tidak hanya akan memotong tangan itu, dan ini bukan sekadar slogan,” kata Shekarchi kepada media pemerintah Iran.
Ia menambahkan, Iran akan merespons dengan kekuatan penuh dan tidak meninggalkan “tempat aman” bagi pihak yang menyerang.
Trump sebelumnya juga mengeluarkan peringatan serupa terhadap Iran setahun lalu, tak lama setelah kembali ke Gedung Putih. Saat itu, ia mengatakan kepada wartawan bahwa “jika mereka melakukannya, mereka akan dilenyapkan”, merujuk pada dugaan rencana Iran untuk menargetkan dirinya.
Ketegangan ini muncul di tengah situasi domestik Iran yang masih dilanda gejolak. Sejak Desember lalu, Iran diguncang gelombang protes anti-pemerintah terbesar dalam beberapa dekade, dipicu oleh krisis ekonomi dan anjloknya nilai mata uang nasional.
Kelompok-kelompok pembela hak asasi manusia melaporkan ribuan korban tewas dalam penindakan aparat keamanan. Human Rights Activists News Agency (HRANA) mencatat lebih dari 4.000 kematian yang telah diverifikasi, sementara organisasi Iran Human Rights yang berbasis di Norwegia menyebut jumlah korban kemungkinan jauh lebih besar, meskipun sulit dipastikan akibat pembatasan komunikasi.
Sejumlah tokoh diaspora Iran di luar negeri, termasuk peraih Nobel Perdamaian Shirin Ebadi, menyerukan tekanan internasional terhadap pemerintahan Teheran. Ebadi mendorong langkah internasional yang lebih tegas terhadap pemimpin tertinggi Iran dan jajaran komandan Garda Revolusi Iran.
Baca juga: Presiden Iran Tegaskan Serangan terhadap Khamenei Sama dengan Deklarasi Perang