Auschwitz hingga Killing Fields: 5 Tempat Paling Mengerikan dalam Sejarah Dunia

Kamp konsentrasi Auschwitz-Birkenau di Polandia menjadi simbol kekejian Nazi di era Perang Dunia II. (nationalww2museum)

Auschwitz hingga Killing Fields: 5 Tempat Paling Mengerikan dalam Sejarah Dunia

Willy Haryono • 25 January 2026 13:00

Jakarta: Sejarah dunia tidak hanya diwarnai oleh kemajuan peradaban dan pencapaian besar umat manusia, tetapi juga oleh babak-babak kelam yang meninggalkan luka mendalam. Di berbagai belahan dunia, terdapat lokasi yang menjadi saksi bisu tragedi kemanusiaan, kekejaman sistematis, serta penderitaan yang sulit dibayangkan.

Jejak sejarah mencatat bahwa sejumlah tempat menonjol sebagai lokasi paling mengerikan karena skala kekerasan dan dampak kemanusiaan yang ditinggalkannya.

Merangkum dari beragam sumber, berikut lima tempat paling mengerikan dalam sejarah dunia yang dikenang bukan karena keindahannya, melainkan karena tragedi yang pernah terjadi di dalamnya.

1. Auschwitz-Birkenau, Polandia

Auschwitz-Birkenau merupakan simbol paling nyata dari kekejaman kelompok Nazi pada Perang Dunia II. Kompleks kamp konsentrasi dan pemusnahan ini dioperasikan oleh Nazi Jerman sebagai pusat pembantaian massal terhadap jutaan orang.

Catatan sejarah menyebutkan lebih dari 1,1 juta jiwa tewas di lokasi ini, sebagian besar melalui kamar gas. Auschwitz menjadi contoh bagaimana teknologi dan organisasi modern digunakan untuk tujuan genosida.

Hingga kini, sisa barak, rel kereta, serta barang-barang pribadi korban masih tersimpan sebagai pengingat bisu akan salah satu tragedi kemanusiaan terbesar abad ke-20.

2. Kompleks Unit 731, Pingfang, Tiongkok

Unit 731 merupakan fasilitas penelitian rahasia milik Angkatan Darat Kekaisaran Jepang yang beroperasi selama Perang Dunia II. Tempat ini dikenal sebagai pusat eksperimen biologis dan medis terhadap manusia.

Ribuan tawanan perang serta warga sipil menjadi korban eksperimen tanpa pembiusan, termasuk pembedahan tubuh hidup-hidup dan pengujian senjata biologis. Kekejaman yang dilakukan di Unit 731 menjadikannya salah satu bab tergelap dalam sejarah kedokteran dan perang modern.

3. Ladang Pembantaian Choeung Ek, Kamboja

Choeung Ek, yang dikenal sebagai Killing Fields, merupakan lokasi eksekusi massal pada masa rezim Khmer Merah di bawah kepemimpinan Pol Pot. Ribuan orang dibunuh di tempat ini dalam upaya menciptakan masyarakat tanpa kelas. Para korban dieksekusi secara brutal menggunakan alat-alat sederhana untuk menghemat amunisi. Saat ini, sebuah stupa peringatan berisi ribuan tengkorak manusia berdiri di tengah area sebagai simbol duka nasional dan peringatan akan bahaya ideologi ekstrem.

4. Penjara Tuol Sleng (S-21), Phnom Penh

Sebelum dieksekusi di Choeung Ek, banyak korban terlebih dahulu ditahan di Penjara Tuol Sleng. Bangunan yang awalnya merupakan sekolah ini diubah menjadi pusat interogasi dan penyiksaan. Dari sekitar 20.000 tahanan yang masuk, hanya segelintir yang selamat. Foto-foto korban yang dipajang di dinding penjara menjadi saksi bisu ketakutan, penyiksaan, serta keputusasaan yang dialami para tahanan.

5. Pulau Poveglia, Italia

Pulau kecil di Laguna Venesia ini memiliki sejarah kelam sejak abad ke-18. Poveglia digunakan sebagai tempat karantina bagi penderita wabah pes, di mana ribuan orang dibiarkan meninggal dan kemudian dikremasi. Tanah pulau ini diyakini mengandung abu manusia dalam jumlah besar.

Pada abad ke-20, pulau tersebut kembali digunakan sebagai rumah sakit jiwa, dengan berbagai kisah kelam mengenai praktik medis tidak manusiawi yang semakin memperkuat reputasinya sebagai salah satu tempat paling angker di Eropa.

Kelima lokasi ini menjadi pengingat bahwa kekejaman manusia dapat meninggalkan jejak yang abadi dalam sejarah. Di balik keheningan tempat-tempat tersebut tersimpan pelajaran penting tentang nilai kemanusiaan, empati, serta tanggung jawab moral agar tragedi serupa tidak terulang di masa depan. (Keysa Qanita)

Baca juga:  Hilang 80 Tahun, Lukisan Jarahan Nazi Muncul di Iklan Properti Argentina

Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow  akun
Google News Metrotvnews.com
(Willy Haryono)