Jangan Buang di Selokan, Ini Cara yang Benar Membersihkan Abu Vulkanik

Warga menunjukkan abu vulkanik di Pasauran, Kabupaten Serang, Banten, Sabtu, 5 September 2026. (ANTARA FOTO/Muhammad Bagus Khoirunas)

Jangan Buang di Selokan, Ini Cara yang Benar Membersihkan Abu Vulkanik

Riza Aslam Khaeron • 8 September 2026 19:20

Jakarta: Aktivitas Gunung Anak Krakatau di Selat Sunda kembali menjadi sorotan publik setelah mengalami erupsi secara terus-menerus selama sekitar 25 jam pada 4–6 September 2026. Erupsi tersebut menyemburkan abu vulkanik yang tersebar luas, mulai dari Bengkulu di Pulau Sumatra hingga Bandung di Pulau Jawa.
 
Ketika abu telah mengendap di atap, halaman, jalan, dan berbagai permukaan di sekitar rumah, proses pembersihan harus dilakukan secara tepat. Abu vulkanik tidak boleh diperlakukan seperti debu biasa, terutama dengan menyiramnya menggunakan air berlebih hingga mengalir ke selokan.

Mengutip panduan dari United States Geological Survey (USGS), berikut langkah-langkah tepat dalam membersihkan abu vulkanik:
 

Persiapan Sebelum Membersihkan Abu Vulkanik


Warga tunjukan dampak abu vulkanik Gunung Anak Krakatau di Serang, Banten. (ANTARA/Desi Purnama Sari)

Pembersihan di luar ruangan sebaiknya dilakukan setelah hujan abu benar-benar berhenti. Beberapa hal penting yang perlu disiapkan dan diperhatikan meliputi:
  • Tunggu hingga hujan abu berhenti total sebelum memulai kegiatan pembersihan di luar rumah.
  • Utamakan membersihkan bagian dalam rumah terlebih dahulu agar area dalam tetap bersih dan steril.
  • Tutup rapat saluran drainase atau selokan terbuka untuk mencegah abu masuk ke sistem pembuangan.
  • Pastikan jendela, pintu, dan saluran ventilasi udara tetap tertutup rapat selama proses pembersihan berlangsung.
     

Cara Membersihkan Abu Vulkanik di Luar Rumah

USGS menyarankan agar pembersihan abu dilakukan secara terkoordinasi untuk mencegah material berbahaya tersebut masuk ke dalam bangunan, kendaraan, saluran air, maupun sistem pembuangan limbah.

Langkah-langkah yang dapat diterapkan saat mulai membersihkan abu antara lain:
  • Tentukan prioritas area yang paling mendesak untuk dibersihkan terlebih dahulu.
  • Lakukan pembersihan dari posisi atas ke bawah (top-down) agar area yang sudah bersih tidak tertimbun kembali oleh abu.
  • Perhatikan arah angin dan mulailah membersihkan dari arah datangnya angin guna meminimalkan kontaminasi ulang.
  • Kenakan alat pelindung diri (APD) secara lengkap saat melakukan pembersihan di luar rumah.
  • Gunakan sekop, ember, atau gerobak dorong untuk memindahkan endapan abu dalam jumlah besar.
  • Hindari mengisi ember atau gerobak secara berlebihan karena abu vulkanik memiliki bobot yang cukup berat.
     

Cara Membersihkan Halaman dan Permukaan Keras

Abu vulkanik yang mengendap di akses jalan, teras, halaman beraspal, atau permukaan keras lainnya dapat dibersihkan dengan kombinasi sapu dan sekop. Langkah pembersihannya adalah sebagai berikut:
  • Percikkan sedikit air secara tipis pada permukaan jika abu sangat halus agar material tidak beterbangan.
  • Gunakan sekop untuk mengikis dan mengumpulkan endapan abu yang tebal.
  • Setelah lapisan tebal terangkat, gunakan sapu untuk membersihkan sisa-sisa abu yang tertinggal.
  • Untuk endapan tipis, abu dapat langsung disapu dan dikumpulkan pada satu titik.
  • Hindari menyemprot abu menggunakan selang air yang dapat menyebabkan material terbilas langsung ke saluran drainase.
     

Cara Membersihkan Abu Vulkanik di Atap

Atap merupakan area krusial yang memerlukan perhatian ekstra setelah terpapar hujan abu. Penumpukan abu dapat menambah beban secara signifikan pada struktur atap, terutama jika abu menyerap air. Panduan pembersihan atap antara lain:
  • Bersihkan sisa abu di atap dalam jangka waktu yang wajar guna mencegah kerusakan struktur maupun material atap.
  • Gunakan sapu untuk menyapu abu dari atap secara hati-hati menuju tanah.
  • Lakukan pembersihan secara perlahan agar tidak merusak permukaan atap.
  • Gunakan sekop kecil untuk menyendok endapan abu yang mengumpul di sepanjang talang air.
  • Cegah abu masuk dan menyumbat pipa pembuangan air dari talang.
  • Begitu abu terkumpul di tanah, serok menggunakan sekop alih-alih menyiramnya menuju saluran air.
     
 

Cara yang Benar Membuang Abu Vulkanik

Menyapu atau menyiram abu hingga masuk ke selokan memang terlihat praktis, namun tindakan tersebut sangat berbahaya dan harus dihindari.

USGS menjelaskan bahwa abu vulkanik dapat dengan cepat menumpuk di dalam jaringan drainase dan saluran pembuangan, air juga akan berpotensi membuat abu vulkanik menjadi lebih keras seperti semen. Material padat ini dapat menurunkan kapasitas aliran air hingga memicu penyumbatan total.

Selain itu, begitu masuk ke jaringan pipa, abu sangat sulit dan mahal untuk dibersihkan, serta berisiko merusak komponen mekanis pada fasilitas pengolahan air limbah. Panduan membuang abu vulkanik dengan benar:
  • Dilarang membuang abu langsung ke selokan atau saluran drainase.
  • Jangan menyapu abu masuk ke dalam saluran air.
  • Hindari menyiram abu dengan air hingga mengalir ke saluran pembuangan.
  • Patuhi petunjuk resmi dari pihak berwenang terkait lokasi pengumpulan dan penampungan abu jika ada.
  • Jangan mencampurkan abu dalam jumlah besar secara langsung dengan sampah rumah tangga harian.
  • Untuk endapan abu yang sangat tipis (sekitar beberapa milimeter), abu dapat diratakan secara tipis di halaman atau kebun jika memungkinkan.
  • Di kawasan perdesaan, pilih lokasi penampungan yang aman dan terlindung dari terpaan angin.
  • Hindari lokasi pembuangan yang berdekatan dengan sungai, sumber air bersih, atau area yang rawan terbawa arus saat hujan.
  • Stabilkan endapan abu yang dibuang dengan cara menutupnya menggunakan tanah, kerikil, potongan rumput, jerami, atau sisa tanaman.
Selama proses pembersihan, sangat dianjurkan untuk menggunakan masker pelindung (seperti jenis N95, KN95, KF94, FFP2, atau setara) serta kacamata pelindung (goggles) untuk melindungi saluran pernapasan dan mata.

Setelah seluruh proses pembersihan selesai, segera lepaskan pakaian yang digunakan di luar rumah sebelum melangkah masuk ke dalam hunian Anda.

(Riza Aslam Khaeron)