Houthi Rebut Pulau Perim di Bab el-Mandeb, Arab Saudi Minta Bantuan AS

Houthi dilaporkan merebut Pulau Perim di Selat Bab el-Mandeb saat Arab Saudi meminta bantuan AS. (Anadolu Agency)

Houthi Rebut Pulau Perim di Bab el-Mandeb, Arab Saudi Minta Bantuan AS

Willy Haryono • 12 September 2026 12:25

Sanaa: Kelompok pemberontak Houthi merebut Pulau Perim yang strategis di Selat Bab el-Mandeb, Yaman, pada Jumat kemarin di tengah meluasnya perang di Timur Tengah. 

Mengutip India Today, Sabtu, 12 September 2026, sumber dari pemerintah Yaman yang didukung Arab Saudi mengatakan pasukan pemerintah telah mundur dari Pulau Perim. Mereka juga mengatakan Houthi telah merebut kota pesisir Dhubab di Laut Merah yang berhadapan langsung dengan pulau tersebut.

Houthi juga dilaporkan telah merebut Kepulauan Hanish di Laut Merah dan kota pesisir penting Mocha dalam serangan cepat mereka sepanjang pekan ini.

Perkembangan tersebut berpotensi semakin menekan sektor pelayaran global dan pasokan energi, mengingat Selat Bab el-Mandeb merupakan jalur penting yang menghubungkan Laut Merah dan Teluk Aden.

Arab Saudi Minta Bantuan AS Hadapi Houthi

Putra Mahkota Arab Saudi Mohammed bin Salman menelepon Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump setidaknya dua kali pada Kamis (10/9) untuk meminta bantuan militer AS menghadapi Houthi.

Mengutip India Today, Washington telah menyampaikan kepada Riyadh bahwa AS belum siap mengambil tindakan militer langsung terhadap Houthi untuk saat ini. 

Namun, AS akan membantu Arab Saudi melalui pertukaran informasi intelijen dan penentuan target serangan. Seorang pejabat senior pemerintahan AS mengatakan Washington terus berkomunikasi dengan Arab Saudi dan pemerintah Yaman.

Kemajuan Houthi tersebut terjadi ketika kelompok itu menghadapi tuduhan meningkatkan serangan atas arahan Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) Iran. Iran telah mendesak Houthi untuk meningkatkan serangan terhadap Arab Saudi serta menjanjikan tambahan pendanaan, senjata, dan perwira senior.

Pertempuran Perebutan Bab el-Mandeb 

Pasukan pemerintah Yaman mengisyaratkan akan melancarkan serangan balasan untuk merebut kembali wilayah di sepanjang pesisir Laut Merah yang telah dikuasai Houthi.

Yaman dilaporkan akan mengerahkan senjata dan pesawat untuk menargetkan posisi Houthi di sejumlah wilayah strategis, termasuk jalur menuju Mocha.

Eskalasi tersebut terjadi ketika Selat Hormuz masih mengalami gangguan parah setelah perang antara AS dan Israel dengan Iran. Selat tersebut biasanya menjadi jalur bagi sekitar seperlima perdagangan minyak dan gas alam cair (LNG) dunia, sehingga rute alternatif melalui Arab Saudi dan Laut Merah menjadi semakin penting. (Razaqa Hariz)

Baca juga: Putra Mahkota Arab Saudi Desak AS untuk Serang Houthi, Trump Menolak

(Willy Haryono)